Pertengahan tahun 2020 lelaki yang menjadi editor plus pembimbing lahirnya buku para emak mengirimkan link tentang Prakata versus Kata Pengantar. Tulisan itu merupakan karya maestronya editor, pak Bambang Trim. Tulisan Selengkapnya
KMAB
Novel : Kisah Cinta Jomlo Pesantren (6)
Ilustrasi Cover Novel Kisah Cinta Jomlo Pesantren (Foto by Ajinatha). Novel Kisah Cinta Jomlo Pesantren ini ditulis khusus dalam rangka mengikuti program KMAB yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan Selengkapnya
6. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Kalau bertanya si insan seni, Berborak sahaja kurang bercakap, Johor asalnya alamatku ini, Di Parit Raja istana hinggap. Tarian samba terus menyentap, Jelas hidangan habis tiada, Matanya hamba asyiklah Selengkapnya
Nak, Belajarlah dari Para Pemimpin dan Pejuang Banua
Nak, belajarlah dari para pemimpin dan pejuang kita yang rela dibuang dan diasingkan demi kemerdekaan Tanah Banua ini. Tahukah kalian, Kakek Pangeran Antasari yang bernama Pangeran Amir adalah Selengkapnya
Surat Buat Bapak Tukimin, Kejutan Valentine 2014
Yth. Bapak Tukimin Bapak Tukimin, S.Sos, KTU (Kepala Tata Usaha) di Puskesmas Puncu, sebuah Puskesmas di kaki Gunung Kelud, tempat dinas saya yang baru sejak Januari 2014. Pada bulan Selengkapnya
Memaknai Keikhlasan Nabi Ibrahim (2)
Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail diabadikan dalam Al Qur’an yaitu dalam QS : As Saffat ayat 102 yang berbunyi : Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha Selengkapnya
PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Pemimpin pembelajaran
Terus Belajar
Berawal dari sebuah ingin Semakin memupuk rasa dalam diri Berani menyatakan pribadi Mencintai puisi Menulis karya untuk dinikmati pembaca Tak hanya oleh insan penulis semata Tak pula milik buku harian Selengkapnya
Kerendahan Hati Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, S.E, MBA
Kerendahan Hati Ketua MPR RI : H. Bambang Soesatyo, S.E, MBA “ Anak anak ku siwa SMP 49, rajin belajar, kobarkan semangat, jadilah Warga Negara yang cerdas dan perbanyak kawan” Selengkapnya
Ternyata Sudah Tua.(part 2)
Aku sudah siap dengan kopor di tangan, pukul baru menunjukkan angka 7 pagi. aku mengeret koporku menuju keluar kamar. Ketika pintu kamar terbuka aku melihat Bang Iwan berdiri didepannya. “Mau Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- …
- 125
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











