Bersama Amirul menyemai halia, Ambil nyiru tersangkut dahan, Cikgu Asrul muda belia, Betulkah baru dua puluhan? Kain baru dari lah pekan, Kain diisi di dalam bakol, Kalau begitu yang Selengkapnya
Pantun
20. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Dari banggul menuju Dengkil, Jauh berkelana janji bertemu, Wahai Asrul masihku musykil, Negara mana tempat asalmu. Setelah masuk di waktu pagi, Bila keluar dijemput bapak, Setelah masuk dalam perigi, Selengkapnya
19. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Anak paduka jalan bertuntun, Bersama dara rehat di titi, Gelanggang dibuka rancak berpantun, Berbalas bicara dekat di hati. Niat hati ke tanjung batu, Tapi sayang di tunda kamis, Niat Selengkapnya
18. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Gelama tenggiri diatas batu, Walau cecaru dimasak juga, Kata dan hati tak mudah bersatu, Walau diseru seribu jiwa. Beras selaut hatikan senang, Asyik makan bingkas teropong, Sudah terpaut terus Selengkapnya
17. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Mengalun puisi merdu suara, Berjalan pulang berteman besan, Puisi tradisi harus dipiara, Kitalah pejuang lestarikan warisan. Bergurau senda kala terluang, Hingga terlambat beradu mahjung; Benar kekanda kita pejuang, Bahasa Selengkapnya
16. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Langkah srikandi tidak terburu, Penuh santun melakar senyuman, Jikalau sudi ingin berguru, Ingin berpantun hargai warisan. Hati tertawan hebatnya madah, Bait kata sangatlah puitis, Orangnya menawan Puan Rokiah, Hebat Selengkapnya
15. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Ayunya dara cantik terserlah, Tepian sawah memetik bidara, Pembuka bicara Kalam Bismillah, Salam ukhwah pemantun nusantara. Jalan jalan ke sukabumi, Jangan lupa kembali lagi, Puan mengucap salam kepada kami, Selengkapnya
14. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Tepian bidara gugur berangan, Dikutip perkasa berteman nyonya, Rumpun nusantara berpayung naungan, Satu bahasa variasi larasnya. Bungkam di perdu hutan di redah, Jalan bertuntun merentas buana, Hati yang sendu Selengkapnya
13. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN
Kalau tuan beli barangan, Jangan lupa membeli paku, Kalau puan buat rombongan, Jangan lupa seru namaku. Tukang keris sangatlah mahir, Kayu keras boleh ditarah, Moga pendemi cepat berakhir, Ku Selengkapnya
Hobby Membuat Pantun
Akhir akhir in awak lebih suka berpantun di sosial media. Kini pola interaksi di sosial media agak garang nampaknya. Hal itu bisa saja terjadi apabila terdapat berselisih paham tentang sesuatu Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 27
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







