Tikungan Menuju Surga (5)

Brak….”             Terdengar suara benturan yang keras di kejauhan. Selamet dan Pak Rono yang baru saja meletakkan karung pakan ternak pun mematung. Memasang telinga untuk mendengarkan kelanjutan dari suara benturan

Tikungan Menuju Surga(2)

“Met, ibu berangkat dulu,” suara ibunya terdengar diikuti suara pintu tertutup. Kembali angan Slamet tak menentu. Dia ingin memiliki sepeda motor seperti teman- temannya. Ingin sekolah tinggi. Bisa menjadi pegawai.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.