Hujan Malam

Hujan Malam Tung Widut Kesegaran yang dirapkan tiba Rintik hujan sebentar menjadi deru kesegaran Makin menjadi seirama gericik air dari sela genting Sejuk merasuk menembus tulang Tak bisa dinikmati bulir

Bayangan di Kaki Senja

Bayangan di Kaki Senja Tung Widut Terlihat bayangmu kala senja Berdiri memandang jauh ke alam bebas Menyapa matahari yang akan meninggalkan siang Keperaduan karena malam telah datang Terlihat bayangmu kala

Kebebasan

Kebebasan Tung Widut Sisihkan empat windu kekangan Dengan hati luka menerjang kawat berduri yang melingkar di jari manis Batalkan janji suci yang penuh kepalsuan Tak lagi ada rindu yang membuat

Kebersamaan Terakhir

Kebersamaan Terakhir Tung Widut Sederhana tapi  mengena Akhir sebuah  perjuangan di bangku kelas Akhir sebuah gelauan nilai dalam selembar kertas Sadar kebahagiaan sementara Sebagai ungkapan rasa Membuka mata untuk masa

Pantun Jum’at Berkah

Merah  segar sibuah tomat  Beli sekranjang di warung Amat  Sesungguhnya antara dua Jum’at  Diampuni dosa umat berkhidmat    Berdoa dulu sebelum berpergian  Agar tiba di tujuan anda selamat  Sesibuknya tuan

Mengapa Malam

Mengapa Malam Tung Widut Gelap merangkak di ufuk barat Mengurai pekat yang nanti akan datang semakin dalam Tak kan ada rembulan dalam cerita semalam Hanya bintang bertaburan gemerlip tersenyum manja

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.