Malam Tanpa Cinta

Malam Tanpa Cinta Tung Widut Memuja rembulan yang tak hadir Bintang sembunyi di balik awan Lenggang di bumi lengang di langit Hanya terdengar jengkerik malam Memanggil burung untuk mengepakkan sayap

Burung Malam

Burung Malam Tung Widut Mengepakkan sayap membelah gelap Sendirian bercuit unjuk diri Salahkah dia saat membanggakan suaranya Mengapa mereka bertanya namanya Saling cerita sejak kedatangannya Merasa risih adanya Tak suka

Mahkota Sang Penulis

Mahkota Sang Penulis Tung Widut Perlahan kata demi kata ditoreh Pada layar kaca bercahaya Setiap detak jantung mulai merajut Cerita yang dikais dari mata hati Perlahan kata terukir di selembar

Subuh

Malam Berakhir Sudah Tung Widut Menggema panggilan umat Dari rumah Allah yang tersebar Perlahan mata terbuka menyambutnya Satu persatu umat berdatangan Gemericik air dari kran surau Jalanan lengang kadang terbelah

Menitik Malam

Menitik Malam Tung Widut Sepi meraja dalam gelam Tak setitik bersinar dilangit  gelap Bulanpun tak terlihat Pekat telah menanti di peraduan Layar lap top masih menyala terang Seakan di usir

Pertemuan Pertama

Pertemuan Pertama Tung  Widut Karisma terpancar dari senyuman Di balik masker tertangkap dengan rasa Setiap eja kata  santun terdengar Terbersit jiwa santai bak angin pantai mendamaikan Seribu harapan sejuta angan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.