Maafkan Malam Ini

  Maafkan Malam Ini Tung Widut   Pandemi membawa cerita Tiba-tiba dipaksa menjadi pintar Melaju berlari mengejar kecanggihan Walau terseok berlari sampai meraihnya Ternyata kita bisa Layar kaca canggih mempertemukan

All Out Literasi

Sejatinya buku pengganti diri Bukti diri pernah didunia Luangkan waktu malam nanti YPTD Silaturahmi didunia maya Awak memutuskan sepenuh hati bergerak kedepan sebagai penggiat literasi. Di usia senja 69 tahun

Tersulam

    Tersulam Tung Widut Terselip sebuah cerita Dari kehampaan hati yang tak pernah tertoreh Menghiasi kelopak mata saat terpejam Mengantar tidur di bantal kapuk bilik rumah tua Berandai dalam

Menyimpan Rindu

Menyimpan Rindu Tung Widut   Takbir berkumandang menderu kan hati Makin teriris merejam di ulu Terbayang hijaunya bukit Mengelilingi surau kecil tempat mengeja huruf Allah Sungai kecil telah mencatat Setiap

Merengkuh Rembulan

Merengkuh Rembulan Tung Widut   Malam telah datang Lampu jalanan satu persatu menyapa Menerangi sisi gelap yang tak terelakan   Cahaya temaram bergeming Menyatu dengan alam langit hitam Bertabur bintang

Ketupat Ketan Ramadan

Ketupat Ketan Catatan Thamrin Dahlan Hari raya Idul Fitri identik dengan ketupat. Tanpa kehadiran ketupat rasanya lebaran hambar. Segitu hebatnya magis ketupat sampai sampai emak emak dalam strata kondisi ekonomi

Rindu

    Rindu Tung Widut Rindu hati membeku diantara  keramain ibu kota Bergeming tanpa sungkem pangkuan bunda Merana tersekat corona Siap menghujam  menghunus pedang kematian Biarkan rindu bertapa Berwujud  selaksa

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.