Ini adalah hari kesebelas renovasi rumah. Artinya juga hari kesebelas aku masak. Suamiku sudah membelikan bahan-bahan sayur lodeh yang aku pesan kemarin. Tak kusangka, dia pun membelikan aku bumbu dapur yang cukup dipakai untuk dua minggu kedepan. Semoga Allah melimpahkan rizki yang berkah untukmu, suami…aamiin.
Hari ini aku WFH, paling nanti keluar rumah jam satu siang karena ada rapat pemilihan pengurus MGMP Bahasa Indonesia. Jadi, aku cukup banyak waktu untuk mengurus rumah. Sambil menyiapkan bumbu untuk sayur lodeh, kunyalakan air di mesin cuci. Sekai dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah pegangan para ibu. Kerjaan yang tak habis-habisnya kecuali ajal menjemput itu harus pintar-pintar bagi waktu dan mengakali pekerjaan agar bisa selesai.
Mesin cuci masih berbunyi. Baju2 kotor pun mulai digilingnya. Aku memotong-motong sayuran yang dipakai untuk sayur lodeh.
Sambil ngintip di youtobe ( semoga g bintitan karena dilakukan setiap hari🤭), aku sisihkan bumbu-bumbu yang diperlukan:
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabai keriting
2 buah kemiri
1 sdt ketumbar
1 ruas kunyit
Kubersihkan dan kucuci lalu kumasukan ke dalam choper andalan. Walau harga seratus ribuan, tapi dia sangat membantuku. Setelah bumbu halus, aku siapkan wajan dan memasukkan minyak goreng secukupnya. Kumasak bumbu yang telah halus, tak lupa kumasukan bumbu pelengkap:
2 batang sereh
5 daun salam
1 ruas lengkuas
Kugeprek salam dan lengkuas sebelum dimasukan kedalam wajan. Kumasak bumbu hingga harum. Sambil menunggu, aku siapkan panci yang telah kuisi air untuk sayur lodeh. Kutaruh di atas kompor yang masih kosong. Setelah harum, bumbu kumasukan ke dalam panci. Sambil menunggu mendidih, aku masukan sayuran untuk lodeh. Opsional sich, tapi kali ini aku masukan wortel, labuh, melinjo, daun melinjo, jagung, terong. Sepertinya suamiku membelinya satu paket yang 5000an di pasar.
Sambil nunggu mendidih, kulihat mesin cuciku sudah berhenti bekerja. Aku putar tombol pembuangan air sambil memindahkan baju dalam tabung ke baskom untuk aku bilas dan kurendam dengan seember air molto.
Untung jarak antara dapur dan tempat mencuci pakaian tak jauh , sehingga gerakan bolak balik tidak melelahkan. Kukecilkan kompor agar tak kebablasan, kusambi dengan membilas pakaian dan kurendam di air molto. Lalu kubiarkan hingga aku selesai masak sayur lodeh.
Di depan kompor dengan nyala api yang kecil, kumasukan sesendok garam dan gula. Kucoba rasanya seperti ada yang kurang. Ingin kutambahkan santan, tapi kuingat bahwa tukang bangunan itu sudah tak konsumsi santan. Akhirnya aku tambahkan satu sachet susu putih. Sedikit keraguan saat menuangkan susu tersebut, tapi setelah kucoba rasanya tak kalah maknyus dengan sayur lodeh yang menggunakan santan.
Yey…aku berhasil membuat sayur lodeh tanpa santan. Semoga tukang bangunan itu makan siang dengan lahap






