Belajar Melukis

Peristiwa, Terbaru560 Dilihat

Menggambar dan menyanyi merupakan hal yang selalu aku hindari. Aku merasa bahwa hasil gambarku jelek, juga malu saat menyanyi karena aku merasa suaraku kurang merdu. Nilai mata pelajaran kesenian dan keterampilan menggmbarku memang di bawah rata-rata. Aku selalu tidak percaya diri jika harus tampil menyanyi di depan kelas, bahkan saat kelas satu sekolah dasar aku tidak mau jika ditunjuk oleh bu guru untuk menyanyi di depan teman-teman. Rasa tidak percaya diri tersebut bahkan terbawa sampai saat ini. Bahkan menjadi dirigen pun aku merasa tidak percaya diri.

Namun karena tuntutan profesiku sebagai guru yang harus selalu berinovasi juga kreatif aku memberanikan diri untuk melukis di dinding kelas. Awalnya aku hanya mengecat dinding kelas dengan warna dasar biru, dan sampai beberapa bulan aku merasa kebingungan mau melanjutkan lukisan dindingku. Syukurlah beberapa hari yang lalu teman seprofesiku bahkan terinspirasi oleh ideku menghias dinding kelas. Beliau bahkan berani menggambar sendiri sketsa lukisan dengan pensil di dinding, dan malnjutkan dengan mewarnainya dengan cat. Aku merasa tertantang, maka akupun mulai mencari contoh gambar dengan browesing di google. Akhirnya aku menemukan gambar yang sesuai dengan keinginanku. Aku memilih gambar pemandangan alam dengan sungai, gunung serta rumput liar agar suasana kelas menjadi sejuk dan mendukung proses pembelajaran.

Aku mulai mencoret-coret dinding kelas dengan pensil seadanya dan mewarnainya dengan cat tembok. Pertama aku mewarnai rumput dengan warna hijau tua, namun ternyata catnya terlalu encer karena aku kebanyakan menambahkan air ke dalam cat. Warna yang seharusnya hijau tua menjadi hijau muda. Namun setelah beberapa saat cat hijau tuaku kembali karena tekstur cat sudah mengental. Aku lapisi warna hijau muda dengan warna hijau tua dan akhirnya warna yang aku inginkan terwujud.

Setelah mewarnai rumput aku lanjutkan dengan mewarnai genteng rumah dengan warna merah. Namun kembali warna yang seharusnya merah tua menjadi warna pink. Akhirnya setelah beberapa saat aku ulangi mengecat genteng dengan warna merah. Warna merah tua lebih bagus untuk genteng daripada warna pink. Warna merah juga aku gunakan mewarnai sebagian tanah dan gunung. Saat ini lukisan dindingku sudah lumayan berbentuk walaupun baru 25%.

Melihat hasil lukisan dindingku aku merasa bangga dan percaya diri untuk melukis. Dalam hati aku tersenyum sendiri dan berbisik “Ternyata aku juga bisa melukis”. Hal ini akan menjadi penyemangatku ke depan dan menumbuhkan rasa percaya diriku dalam melukis. Ternyata melukis itu menyenangkan, bahkan aku menikmatinya. Dengan melukis di dinding aku dapat mengekspresikan diri. Sampai teman-temanku sudah pulang semua aku masih melanjutkan melukis. Sampai akhirnya aku membutuhkan cat warna orange namun belum ada, jadi aku putuskan untuk pulang dan lanjut besok.

Yogyakarta, 9 Juli 2022

Salam literasi

Wuryanti

Tinggalkan Balasan