Mencari Benda Milik yang Jatuh Bagi Anak Tunanetra

Pernah menjatuhkan benda atau barang dari atas meja? Atau pernahkah benda kesayangan jatuh tanpa sengaja? Apa yang akan dilakukan jika benda itu jatuh?

Benar. Kita secara reflek akan mengambil benda yang jatuh tersebut.

Dengan mata telanjang tentu akan lebih mudah menemukan benda tersebut. Benda akan terlihat di depan mata kita. Dan mudahnya kita untuk mengambilnya.

Lalu bagaimana jika itu terjadi pada anak berkebutuhan khusus tunanetra? Apa yang dapat diperbuat oleh anak tersebut? Apakah orang awas yang ada di dekatnya yang harus mengambilkan benda miliknya yang jatuh?

Tentu saja anak tunanetra dapat diajak untuk belajar merawat benda miliknya. Dan juga bertanggungjawab terhadap benda miliknya tersebut.

Oleh karena itu, seorang guru dapat memberikan pembelajaran kepada anak tersebut. Belajar untuk mengambil benda miliknya yang jatuh.

Apakah mudah? Tentu saja tak semudah yang dibayangkan. Tetapi sangat perlu untuk diajarkan kepada anak tersebut.

Untuk latihan, guru dapat menjatuhkan benda, misalkan kunci motor di depan anak. Benda tersebut tentunya yang dapat berbunyi jika dijatuhkan atau jatuh.

Guru dapat memberikan informasi tentang sumber bunyi jatuhnya benda. Atau guru menanyakan apakah anak tersebut mendengar benda jatuh. Jika mendengar kira-kira jatuhnya di mana.

Guru dapat menjelaskan bahwa anak dapat menemukan benda yang jatuh secara mandiri. Dengan cara mencari benda pada jarak terdekat dengan tubuhnya. Dalam hal ini mencari dari posisi terdekat kakinya.

Anak dalam posisi jongkok. Kemudian mencari pada jarak terdekat dengan kaki, dengan cara menggerakkan tangan kanan di lantai. Gerakan yang dilakukan dari kanan ke kiri atau sebaliknya. Gerakannya melengkung atau setengah lingkaran.

Jika benda sudah dapat ditemukan di posisi terdekat dengan anggota tubuhnya, maka anak berhasil untuk menemukan benda miliknya tersebut.

Jika anak belum mampu menemukan, maka anak harus berusaha mencari lagi dengan cara yang sama. Anak menggerakkan tangan di lantai dengan membentuk setengah lingkaran di depan kakinya. Dari jarak paling dekat dengan kaki dan sedikit demi sedikit menjauh. Hal tersebut dapat dilakukan sampai benda yang jatuh ditemukan.

Dari hal tersebut maka anak tunanetra tidak harus menunggu pertolongan teman atau pendamping awas untuk mencarikan benda miliknya yang jatuh tersebut.

Tinggalkan Balasan