Di berbagai destinasi wisata tampak beberapa rombongan pengunjung. Usia kelompok itu beragam. Ada kelompok usia belia ada juga kelompok usia yang tak dapat dibilang muda juga.
Diantara kelompok itu beberapa nampak asyik berpose dengan bentangan spanduk bertuliskan kata: “Healing“…………..dsb.
Satu kosa kata bahasa Inggris yang diplesetkan dalam lafal “Hiling”. Bahasa kekinian biar terasa lebih gaul. Belakangan ini jadi “Top Trending ” sesuatu yang sedang menjadi perhatian banyak orang dan populer.
Memang kata ini semakin marak terdengar di lingkungan pergaulan sehari-hari, internet, maupun media sosial. Meski tak dapat dipungkiri ada sedikit perubahan makna dari kata ini. Dengan kata lain di Indonesia arti “healing” pun sejatinya mulai bergeser.
Banyak orang menyebut “hiling” mengacu ke aktivitas “traveling” alias jalan-jalan liburan atau bersantai menyalurkan hobi.
Kata “Healing” itu sebenarnya tidak hanya berarti jalan-jalan dan piknik saja atau kegiatan sejenisnya. Sejatinya lebih dari itu. Di dalamnya bermakna suatu proses penyembuhan psikologis jiwa, perasaan, dan batin seseorang. “Healing” pada dasarnya melibatkan proses yang lebih reflektif dan serius, seperti meditasi, terapi, atau pencarian ketenangan batin.
Memang dari beberapa cara, salah satunya bisa dengan jalan-jalan. Di kalangan anak muda, sering digunakan untuk menggambarkan liburan atau perjalanan yang bertujuan untuk menyegarkan pikiran dan perasaan, atau melepaskan diri dari stres.
Kini diselipkan unsur aktivitas ringan yang menyenangkan dan tidak menuntut, seperti hiburan atau hobi, refreshing lebih tepatnya. Dilakukan bisa pada saat liburan yang juga bisa menjadi momen seseorang menyembuhkan dirinya.
Banyak istilah dalam bahasa gaul, diantaranya “jalan-jalan” “nongkrong” atau “hangout”
“Nongkrong” dan “hangout” lebih merujuk pada kegiatan bersantai atau berkumpul dengan teman di suatu tempat bisa di cafe, taman atau tempat lain.
Jadi kini “healing” pada dasarnya sering dikaitkan dengan liburan atau perjalanan untuk menyegarkan diri secara mental dan emosional. Konsep ini mengacu pada pencarian ketenangan, kebahagiaan, dan kesejahteraan mental dan fisik melalui kegiatan berwisata atau menjelajahi tempat baru.
Manfaat “healing” sebenarnya secara keseluruhan dapat membuat diri lebih bijak dalam mengambil keputusan atas tindakan yang dilakukan. Lebih produktif ketika melakukan pekerjaan apapun. Bukan hanya tentang mengatasi masalah emosional, tetapi juga tentang membangun kebiasaan positif untuk kesehatan mental jangka panjang.
Karena itu di kehidupan moderen yang penuh dengan tuntutan kesibukan di segala bidang, banyak orang yang mencari kedamaian agar dapat hidup tentram dan tenang. “Waktu” nampaknya salah satu kendala yang tidak mudah di miliki dalam kesibukan sehari-hari.
Kedamaian bisa di peroleh dengan berbagai cara, salah satu cara sederhananya yakni membaca dan menerapkan kata-kata bijak tentang “healing”.
Beberapa diantaranya tentang “healing” yang memanfaatkan waktu. Karena “Waktu akan menenangkan pikiran yang gelisah.” Dalam waktu, segala sesuatu akan kembali normal.”
Jangan menyesali waktu yang telah berlalu, gunakan waktu yang ada dengan bijaksana dan rasa syukur. Sambutlah waktu sebagai kesempatan untuk memulihkan pikiran dan hatimu”.
Hidup ini sementara, hidup ini adalah kesempatan. Karena itu jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri. Jika saatnya nanti kita tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat, begitu sitiran sepenggal lirik lagu.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)





