Bocah Gantung Diri Potret Buram Kesejahteraan, Islam Solusinya – Part 2

Terbaru6 Dilihat

Kasus budir oleh  seorang  siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, NTT. sungguh menyayat hati. Bocah malang  itu bunuh diri, diduga karena frustasi saat tidak mampu membeli peralatan sekolah yang jumlahnya tak seberapa.

Sungguh, hal itu merupakan potret ketidaksejahteraan rakyat  dalam sistem demokrasi kapitalis. Sistem  ini  membuat  penguasa terhalang untuk menjalankan perannya3 sebagai pengurus kebutuhan rakyatnya, meski kekayaan alam melimpah.

Para penguasa itu bukannya tidak mau, tapi memang  demikian  pemahaman yg dibentuk  oleh sistem ini,  bahwa penguasa bukanlah pelayan rakyat. Dengan persepsi materialistik  ini, jabatan merupakan kesempatan untuk menumpuk harta. Itulah fakta real dalam sistem demokrasi Kapitalis. Sistem bikinan manusia yang menjauhkan jarak antara  kaum kaya dan kaum papa.
 
Hidup Sejahtera, Mungkinkah?

Dienul islam yg dianut oleh mayoritas penduduk negeri ini merupakan sistem, bukan sekedar agama ritual. Dalam  persepsi Islam sistemik, pendidikan merupakan hak rakyat dan  tanggung jawab negara.  Pendidikan ini sebagaimana layanan kesehatan diberikan kepada rakyat secara gratis. 

Negara Islam (Khilafah)membangun APBN berbasis baitulmal.  Negara memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan, termasuk pembiayaannya.  Dalam kitab Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam (Sistem Ekonomi Islam) pula, Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan,  salah satu pos anggaran belanja baitulmal adalah pembayaran gaji guru.  Meski di baitulmal sedang mengalami krisis (tidak ada harta).

Baitulmal memiliki banyak jalur pemasukan harta yang masing-masing jumlahnya  memadai untuk membiayai seluruh kemaslahatan umat. Sumber itu berupa harta fai, kharaj,  tambang dan migas, ‘usyur, jizyah, dll.

Khilafah memosisikan kebutuhan publik seperti kesehatan, pendidikan, keamanan, dan transportasi sebagaimana fasilitas umum sehingga semua itu disediakan oleh negara secara gratis.

Khilafah Menjaga Generasi

Khilafah memperhatikan pendidikan generasi di tengah keluarga muslim, termasuk aspek pengasuhan.  Allah Taala memberi peringatan  agar jangan sampai meninggalkan keturunan yang lemah, baik dalam hal akidah, ibadah, keilmuan, maupun ekonomi.

Allah Taala berfirman di dalam ayat,

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS An-Nisa’ [4]: 9).

Tiap individu anak  berhak mendapat pemenuhan kebutuhan primer, sama  denga orang dewasa. Kebutuhan itu berupa sandang, pangan, dan papan. Anak juga berhak atas hak-hak publik  berupa kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

Negara harus memastikan kesejahteraan anak-anak, khususnya hal kewajiban nafkah dari ayah mereka. Jika ayahnya sudah meninggal, kewajiban nafkah beralih ke jalur keluarga dari pihak ayah.

Jika si ayah miskin, untuk memenuhi  kebutuhan primernya dipenihi mrlalui  mekalisme sebagai berikut:

1. Pemenuhan nafkah diwajibkan pada kerabat terdekat yang memiliki hubungan waris, yakni siapa saja yang berhak mendapatkan waris.

2. Jika orang tersebut tidak memiliki sanak kerabat yang dapat menanggung nafkahnya, kewajiban memberikan nafkah  jatuh kepada baitulmal pada pos zakat.

3. Jika pos zakat di baitulmal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fakir miskin, negara wajib menafkahi dari pos lain di baitulmal.

4. Jika di baitulmal tidak terdapat harta sama sekali, negara harus mewajibkan pajak atas harta orang-orang kaya (kaum muslim) lalu menyerahkannya kepada para fakir miskin.

Mekanisme ekonomi ini menunjukkan bahwa Khilafah menjamin kesejahteraan dengan pengaman berlapis.  Adapun kaum ibu tidak dipaksa oleh kondisi untuk bekerja demi menafkahi dirinya dan anaknya. Meanisme ini dibuat agar terwujud kemaslahatan kaum muslim secara keseluruhan. Wallahualam bissawab.

Tinggalkan Balasan