
Gending Tlutur untuk Mengiringi Agedan Ketoprak.
Tung Widut
Karawitan adalah seni pertunjukan musik tradisional Jawa yang memadukan bunyi dari alat musik gamelan dengan suara manusia (tembang), bukan sekadar iringan alat semata . Salah satu komposisi yang khas adalah Gending Tlutur.
Gending Tlutur adalah jenis gending karawitan Jawa yang diciptakan dan dimainkan dengan nada, irama, serta alunan yang lembut, lambat, dan mendalam. Sifat utamanya adalah membangun suasana sedih, haru, syahdu, hingga seperti tangis atau kesedihan yang mendalam.
Dalam pementasan seperti Ketoprak, gending ini secara khusus dipakai untuk mengiringi adegan yang menyedihkan, terutama saat menggambarkan perasaan seorang istri yang sedang bersedih, menangis, atau berpisah/ditinggal oleh suaminya. Musiknya seolah menjadi pengungkap perasaan yang tak terucapkan, membuat suasana adegan menjadi lebih terasa menyentuh hati dan penuh kesedihan.
Bahkan, dalam penggunaannya pada pertunjukan, Gending Tlutur ini dibunyikan secara sirap atau sangat pelan, lembut, dan samar-samar. Alunan nada yang rendah dan tertahan ini justru membuat suasananya terasa semakin mendalam dan menyentuh hati. Cara pembunyian seperti ini dimaksudkan agar musik tidak menutupi suara tokoh, melainkan menjadi latar yang menyatu dengan perasaan.
Kesan samar dan pelan tersebut akan sangat terasa dan menjiwai, terutama pada saat sang tokoh sedang menyampaikan dialog yang penuh emosi, berbicara dengan nada tercekik, atau sedang menangis disertai tangis yang sesenggukan. Bunyi gamelan yang halus seolah menjadi gema dari perasaan sedih yang sedang ditumpahkan, membuat duka yang dirasakan tokoh menjadi terasa nyata bagi penonton.”Gending Tlutur garapnya harus sirap, alon, lan nges (pelan, lambat, dan terasa mendalam). Suaranya jangan sampai menutupi suara bicara penari atau pemain, karena fungsinya adalah mendukung suara dan perasaan, bukan mendominasi. Seolah-olah musik itu ikut menangis bersama”. Martopangrawit (1975, hlm. 42)
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1978). Ensiklopedi Musik dan Tari Rakyat Indonesia Jilid II. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan.
Herry Lisbijanto, Drs. (2013). Seni Pertunjukan Ketoprak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Martopangrawit, R.L. (1975). Catatan-Catatan Pengetahuan Karawitan Jilid 1. Surakarta: Sub Proyek ASKI.
Rahayu Supanggah. (1988). Karawitan: Sumber-Sumber Dasar dan Permasalahannya. Jakarta: Balai Pustaka.






