Tung Widut
Dalam rangkaian persiapan sebuah pertunjukan, gladi kotor menjadi salah satu tahapan yang memiliki peran sangat penting. Kegiatan ini merupakan bentuk pemantapan keseluruhan susunan pertunjukan, yang bertujuan untuk memberikan gambaran nyata bagaimana pertunjukan itu akan disajikan kelak. Di dalamnya terangkai berbagai unsur penyaji, mulai dari percakapan atau dialog yang telah disusun dan diatur terlebih dahulu, hingga iringan musik yang dimainkan dengan alat musik tradisional seperti gamelan. Secara garis besar, pelaksanaannya memiliki kemiripan dengan latihan-latihan yang telah dijalankan sebelumnya, namun memiliki tujuan dan ciri khas tersendiri.
Yang membedakan tahapan ini dengan latihan-latihan sebelumnya adalah cara pelaksanaannya. Meskipun dijalankan mulai dari adegan pembukaan hingga penutup secara berurutan, pertunjukan tidak berjalan terus tanpa jeda. Kapan saja terdapat bagian yang belum sesuai dengan gagasan, ketentuan, maupun harapan dari sutradara, maka jalannya latihan akan dihentikan seketika. Bagian yang diperbaiki tidak hanya terbatas pada cara bertindak maupun penyampaian ucapan oleh para pemain, tetapi juga mencakup kesesuaian alunan dan irama gamelan yang mengiringi setiap peristiwa dalam cerita.
Pada tahap ini juga, para pemain dan penabuh gamelan dipertemukan dan berlatih bersama secara langsung. Hal ini menjadi kesempatan berharga agar terjalin keselarasan dan kesatuan yang baik antara penyajian adegan dengan iringan musiknya, sehingga keduanya tidak berjalan terpisah, melainkan saling melengkapi dan memperkuat makna cerita yang ingin disampaikan.
Karena sifatnya masih sebagai tahap penyempurnaan, maka dalam pelaksanaannya masih banyak ditemukan kekurangan dan hal-hal yang perlu diperbaiki. Terutama bagi para pemain yang baru pertama kali beradaptasi dengan panggung yang ukuran, tata letak, dan kondisinya sama persis dengan tempat pertunjukan nanti. Demikian pula dengan kelompok penabuh, tempat duduk dan penataan alat musik gamelan pun sudah diatur dan ditempatkan persis seperti posisinya saat hari pertunjukan tiba. Dengan demikian, setiap pihak dapat mengenali ruang gerak, menyesuaikan penampilan, serta mempersiapkan diri sebaik-baiknya, agar pada akhirnya hasil pertunjukan dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana.





