Omjay Bermimpi Juara Lomba Blog, Hadiahnya Uang dan Barang, Transportasi Ditanggung Sponsor. Eh, Ternyata…

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

Omjay Bermimpi Juara Lomba Blog, Hadiahnya Uang dan Barang, Transportasi Ditanggung Sponsor. Eh, Ternyata…

Pernahkah Anda bermimpi mendapatkan hadiah besar, lalu ketika bangun ternyata hadiahnya tidak ada? Kalau pernah, berarti kita senasib. Bedanya, mimpi Omjay kali ini cukup lengkap. Bukan hanya bermimpi menjadi juara lomba blog, Omjay bahkan sudah membayangkan menerima hadiah uang, hadiah barang, mendapatkan penggantian biaya transportasi darat, laut, dan udara, kemudian diundang ke hotel untuk menghadiri acara Hari Sumpah Pemuda. Yang paling menarik, acara tersebut bertepatan dengan ulang tahun Omjay yang ke-54 pada 28 Oktober 2026. Rasanya seperti Tuhan sedang membuatkan skenario ulang tahun yang sangat indah, tetapi ternyata sutradaranya masih berada di alam mimpi.

Ceritanya bermula ketika Omjay tertidur setelah seharian menjalani aktivitas seperti biasa. Sebelum tidur, Omjay sempat memikirkan dunia menulis dan blogging yang sampai sekarang masih menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Menulis bagi Omjay bukan hanya soal mengejar jumlah pembaca, mendapatkan penghargaan, atau memenangkan lomba, tetapi juga menjadi cara untuk menyimpan pengalaman agar tidak hilang ditelan waktu. Namun, namanya juga manusia, sesekali Omjay membayangkan sesuatu yang menyenangkan. “Bagaimana kalau suatu hari nanti ada lomba blog, saya ikut, kemudian menjadi juara, lalu diundang ke sebuah hotel bersama para pemenang lainnya?” pikir Omjay sebelum memejamkan mata.

Ternyata pikiran itu terbawa sampai ke alam mimpi.

Dalam mimpi tersebut, tiba-tiba laptop Omjay berbunyi. Ting!

Sebuah email masuk.

Omjay membuka email itu dengan mata yang masih setengah mengantuk. Judul emailnya membuat jantung berdegup lebih cepat.

“Selamat! Anda Terpilih sebagai Pemenang Lomba Blog.”

Omjay langsung duduk.

“Alhamdulillah!”

Email itu dibaca sekali.

Dibaca lagi.

Dibaca untuk ketiga kalinya.

Takut salah baca.

Maklum, kalau melihat tulisan “selamat” ketika sedang mengantuk, bisa saja kita salah memahami isi email. Jangan-jangan bukan “selamat menjadi pemenang”, tetapi “selamat mencoba pada kesempatan berikutnya”.

Namun kali ini berbeda.

Omjay benar-benar menjadi pemenang.

Lebih mengejutkan lagi, seluruh pemenang lomba blog ternyata sudah diundang melalui email untuk menghadiri acara khusus di Hotel Naraya Kampus UNJ. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.

Omjay langsung melihat kalender.

“28 Oktober?”

Omjay menghitung sebentar.

“Lho, ini kan ulang tahun saya yang ke-54!”

Omjay langsung tersenyum.

“Wah, ini lomba blog atau hadiah ulang tahun?”

Dalam mimpi itu, panitia benar-benar tidak main-main. Para pemenang lomba sudah mendapatkan undangan resmi melalui email. Mereka tinggal datang ke lokasi acara. Hadiah dari berbagai sponsor juga sudah disiapkan.

Ada hadiah uang.

Ada hadiah barang.

Ada sertifikat.

Ada berbagai kejutan menarik.

Namun yang membuat Omjay paling bahagia adalah informasi mengenai transportasi.

Panitia menjelaskan bahwa pengganti biaya transportasi para pemenang juga sudah disiapkan oleh sponsor.

Transportasi darat disiapkan.

Transportasi laut disiapkan.

Transportasi udara juga disiapkan.

Omjay membaca bagian tersebut sambil tersenyum lebar.

“Wah, kalau begini, saya tinggal datang. Dompet tidak perlu ikut bekerja keras.”

Omjay kemudian membayangkan para pemenang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang naik kereta api, ada yang naik bus, ada yang naik kapal laut, dan ada pula yang naik pesawat. Semua berkumpul di Hotel Naraya Kampus UNJ untuk merayakan semangat Sumpah Pemuda sekaligus menerima penghargaan atas karya mereka.

Omjay tentu saja tidak mau kalah.

Dalam mimpi itu, Omjay sudah menyiapkan pakaian terbaik.

Kamera ponsel sudah penuh baterai.

Power bank sudah masuk tas.

Laptop juga dibawa.

Bahkan Omjay sudah menyiapkan beberapa ide tulisan.

Maklum, bagi Omjay, menghadiri acara tanpa menulis artikel rasanya seperti pergi ke warung tetapi lupa membeli gorengan.

Setelah sampai di Hotel Naraya, suasana terlihat meriah. Para blogger dan pemenang lomba dari berbagai daerah berkumpul. Mereka saling berkenalan, berbincang, dan tentu saja mengambil foto bersama.

Omjay kemudian menuju meja registrasi.

“Nama, Pak?”

“Wijaya Kusumah.”

Petugas melihat daftar peserta.

“Oh, Omjay!”

Omjay tersenyum.

“Wah, ternyata nama saya sudah masuk.”

Petugas kemudian berkata,

“Selamat ulang tahun, Omjay.”

Omjay terkejut.

“Lho, kok tahu?”

“Karena hari ini tanggal 28 Oktober.”

Omjay tertawa.

“Berarti saya mendapatkan dua hadiah sekaligus. Hadiah lomba blog dan hadiah ulang tahun.”

Suasana semakin meriah ketika nama Omjay dipanggil ke atas panggung.

“Pemenang lomba blog berikutnya adalah… Wijaya Kusumah!”

Tepuk tangan terdengar.

Omjay berjalan menuju panggung.

Hadiah uang diterima.

Hadiah barang diterima.

Sertifikat diterima.

Foto bersama dilakukan.

Kemudian Omjay diminta memberikan sedikit sambutan.

Omjay berdiri di depan para peserta.

“Teman-teman, saya percaya bahwa menulis itu seperti menanam pohon. Kita tidak selalu tahu kapan buahnya akan muncul. Tetapi kalau kita terus menanam, suatu hari pasti ada yang bisa dipetik.”

Semua peserta bertepuk tangan.

Omjay semakin percaya diri.

Dalam hati Omjay berkata, “Wah, ternyata mimpi saya bagus juga.”

Setelah acara selesai, Omjay mendapatkan amplop tambahan.

“Ini untuk penggantian transportasi.”

Omjay menerimanya dengan senang hati.

“Terima kasih.”

Kemudian Omjay bertanya,

“Pak, kalau saya pulangnya besok boleh?”

Panitia menjawab,

“Boleh.”

“Kalau saya mau jalan-jalan dulu?”

Panitia tersenyum.

“Boleh saja.”

Omjay langsung berpikir.

“Wah, ini mimpi yang sangat ramah terhadap penulis.”

Namun, belum sempat Omjay menikmati suasana tersebut, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan.

“Omjay… bangun!”

Omjay tidak bergerak.

“Omjay, bangun!”

Omjay masih tersenyum.

“Omjay!”

Akhirnya Omjay membuka mata.

Hotel Naraya tidak ada.

Panggung tidak ada.

Hadiah uang tidak ada.

Hadiah barang juga tidak ada.

Amplop transportasi apalagi.

Omjay melihat laptop.

Tidak ada email kemenangan.

Omjay melihat ponsel.

Tidak ada pesan panitia.

Omjay kemudian menghela napas.

“Ya ampun… ternyata cuma mimpi.”

Omjay tertawa sendiri.

Hadiah yang tadi sudah berada di tangan ternyata hilang.

Uang transportasi yang tadi sudah siap ternyata ikut menghilang.

Bahkan acara di Hotel Naraya yang tadi terasa begitu nyata ternyata hanya berlangsung di alam bawah sadar.

Tetapi ada satu hal yang tidak hilang.

Mimpinya.

Omjay kemudian berpikir, apakah mimpi seperti ini bisa menjadi kenyataan?

Tentu saja bisa.

Namun mimpi tidak cukup hanya dipelihara ketika tidur. Mimpi harus dibawa bangun bersama kita. Setelah membuka mata, kita harus mulai bekerja. Menulis. Membaca. Belajar. Mengikuti lomba. Mengirim karya. Menerima kritik. Memperbaiki tulisan. Kemudian mencoba lagi.

Menjadi juara lomba blog bukan sesuatu yang mustahil. Tetapi menjadi juara membutuhkan karya yang baik, gagasan yang kuat, konsistensi, dan tentu saja keberanian untuk ikut berkompetisi.

Kalau suatu hari nanti ada lomba blog dengan hadiah uang dan barang dari berbagai sponsor, kemudian para pemenangnya benar-benar diundang ke Hotel Naraya Kampus UNJ pada 28 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, tentu Omjay akan sangat bahagia.

Apalagi tanggal tersebut bertepatan dengan ulang tahun Omjay yang ke-54.

Kalau transportasi darat, laut, dan udara juga benar-benar mendapatkan penggantian dari sponsor, tentu Omjay akan semakin bahagia.

Namun, kalau semua itu benar-benar terjadi, Omjay mungkin akan berkata,

“Wah, ini bukan mimpi lagi. Ini namanya mimpi yang naik kelas menjadi kenyataan.”

Karena itu, tulisan ini bukan sekadar cerita lucu tentang Omjay yang ketiduran dan bermimpi menjadi juara lomba blog. Tulisan ini adalah sebuah doa kecil.

Siapa tahu ada sponsor yang membaca.

Siapa tahu ada panitia yang terinspirasi.

Siapa tahu ada komunitas blogger yang sedang mencari gagasan acara.

Siapa tahu ada kampus yang ingin merayakan Sumpah Pemuda dengan cara berbeda.

Dan siapa tahu, sebelum 28 Oktober 2026 tiba, sebuah email benar-benar masuk ke kotak surat Omjay.

Judulnya sederhana:

“Selamat, Omjay. Anda Juara Lomba Blog.”

Kalau email itu benar-benar masuk, Omjay tidak akan langsung percaya.

Email itu akan dibaca tiga kali.

Kemudian screenshot.

Setelah itu mungkin baru berteriak,

“Alhamdulillah! Ternyata mimpi bisa menjadi kenyataan!”

Jadi, apakah mimpi ini bisa menjadi nyata?

Bisa saja.

Sebab tidak ada yang salah dengan bermimpi. Yang salah adalah tidak pernah berani mewujudkan mimpi.

Mari terus menulis.

Mari terus berkarya.

Mari terus bermimpi.

Sebab terkadang, sebuah kenyataan besar memang berawal dari mimpi sederhana yang ditulis dengan penuh keyakinan.

Dan kalau nanti mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan, jangan lupa satu hal:

Omjay harus membawa laptop ke Hotel Naraya.

Sebab setelah menerima hadiah, Omjay pasti akan menulis artikel lagi.

Namanya juga guru blogger Indonesia.

Menulis terus sampai mimpi berubah menjadi kenyataan.

Tinggalkan Balasan