Tahu Dan Tempe Menghilang ?

NGETEH MORNING di pagi hari ini menyoroti tentang menghilangnya makanan wong cilik, tahu dan tempe.

Kenapa bisa begitu ?

Menghilangnya tahu dan tempe dari pasaran dikarenakan peengrajin tahu dan tempe memutuskan untuk berhenti melakukan penjualan selama 3 hari, mulai tanggal 1 Januari 2021 hingga 3 Januari 2021. Hal ini terjadi tidak lepas dari naiknya harga kedelai yang tak wajar lagi.

Akibatnya, pasokan tempe dan tahu menjadi sangat langka di pasar tradisional maupun pedagang keliling.

Seperti dirilis oleh cnbcindonesia.com (02/01/2021) bahwa Ketua Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan Indonesia (SPTP I ) Jakarta Barat, Mu’alimin mengkonfirmasi adanya penghentian produksi tahu dan tempe tersebut.

“Kita mogok penjualan tanggal 1,2 dan 3 ini sementara mogok produksi 30,31 dan 1 Januari kemarin. Karena tempe ada prosesnya seperti fermentasi dan lain, yang dijual hari ini, bisa produksi dari hari kamisnya bahkan rabunya,” kata Mu’alimin.

Langkah mogok tersebut mau tidak mau menjadi opsi terakhir bagi pengrajin tahu dan tempe karena harga kedelai terus melonjak tajam.

Kondisi itu menyulitkan bagi pengrajin tahu dan tempe, karena kenaikan harga kedelai sudah tidak lagi wajar.

Lebih lanjut menurut Mu’alimin seperti dirilis oleh cnbcindonesia.com (02/01/2021) bahwa kenaikan harga kedelai terus meningkat dari hari ke hari.

“Kenaikan kedelai nggak stabil. Harganya naik di hari ini, besoknya naik lagi. Harga normal di angka Rp. 6.500 – 7.000/Kg. Sekarang sampai Rp. 9.200 bahkan 10 ribu, bahkan ada yang lebih dari 10ribu/Kg,” kata Mu’alimin.

Kenaikan harga kedelai berakibat dengan harga penjualan normal, pengrajin sudah tidak lagi mendapatkan untung. Sebaliknya, jika harus menaikkannya maka konsumen tentu akan mempertanyakan alasan kenaikan tersebut.

“Karenanya kami ingin konsumen tau harganya naik, sehingga pedagang bisa naikkan harganya secara nggak susah, konsumen nggak nanya. Kalau tiba-tiba naik tanpa ada info mereka juga mempertanyakan,” jelas Mu’alimin.

Kita berharap situasi ini tidak berkepanjangan. Pemerintah harus cepat turun tangan agar harga kedelai dapat kembali normal sehingga pengrajin tahu dan tempe bisa berproduksi kembali dan mendapatkan untung dengan penjualan seperti biasanya.

Mudah mudahan tahu dan tempe kembali hadir di tengah tengah kita terutama wong cilik yang sudah terbiasa sebagai menu makanan sehari hari.

Terima kasih sudah mampir di NGETEH MORNING di pagi hari ini, semoga memberi manfaat dan jangan lupa nikmati dulu teh hangat di cangkir anda sebelum melanjutkan aktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 4 Januari 2021

 

Tinggalkan Balasan