
Innalilahi wainna ilaihi rojiun. Merinding tubuh ini ketika mendapat khabar duka dari Mbak Muthiah Alhasany. Uda Dian Kelana telah meninggalkan kita. Seakan tidak percaya, kepana begitu cepat Almarhum meninggalkan kita semua.
Namun itulah takdir Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib kita terima walaupun dalam duka yang sangat mendalam. Jum’at 1 Januari 2021 hari baik diawal tahun Uda Dian Kelana wafat di kediaman di Perum Prima Mekarsari Blok A no.5 Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten 15540
Sulit menemukan foto diri Almarhum Uda Dian Kelana Lihat saja dokumentasi foto pencangan YPTD 19 Agustus 202O. Tidak terlihat Dian Kelana. Kemana dia? Padahal Beliau hadir. Bukti hadir Almarhum itulah dokumentasi foto. Dian Kelana terkenal di antara kawan kawan penulis sebagai sesorang foto grafer handal.
Inilah sosok fotografer dimana jepretan camera sekelas profesional. Saya mengenal Si Uda Agustus 2010 acara kopdar penulis kompasiana. Pertemuan demi pertemuan memberikan kesan Dian Kelana penulis gigih dan otodidak. Kisah. Perjalanan hidup dari panti asuhan sampai ibukota diabadikan di buku yang diterbitkan Peniti Media dan YPTD.

4 bulan terakhir sejak Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) m4ncanangkan program menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya hampir setiap 2 pekan kami bertemu. Bertemu di pervetakan Buring Pondok Cina Depok bersama teman teman. Uda Dian selalu hadir bersebab beliau lah yang meng edit dan mengatur cover sampai menyerahkan naskah buku ke percetakan.
Uda Dian telah menerbitkan 1 buku di YPTD berjudul Berkelana di Ranah Minang. Buku setebal 265 halaman berupa reportase perjalanan selama 10 hari pulang kampung di tanah kelahiran. Seperti biasa cara bertutur sera dokumentasi foto di buku ini seolah membawa para pembaca ikut tour ke ranah Minang nan indah rancak menawan.
Selain itu Uda Dina membantu menerbitkan 2 buku kompilasi Program B YPTD berupa kompulir posting para penulis selama bulan September dan Oktober 2020. Buku kumpulan tulisan Mahasiswa Akper Polri Angkatan 27 juga merupakan jerih payah Uda Dian Kelana temasuk buku kumpulan tulisan TD.

Pertemuan terakhir sekitar buka Desember 2020. Kami bercengkrama menikmati kuliner di Margo City Depok setelah selesai menyerahkan buku ke Buring. Hadir disana Bang Nur Terbit, Bang Ajinatha, Syed Taufik Uiek, Bang Arman Syahputra dan Mas Nurwendo. Turut pula Mbak Muthiah Alhasany dan Non Sukma Tom.
Almarhum tampak sehat sehat saja. Malah sebelum Buring buka Uda Dian sudah tiba di lokasi jalan Margonda Raya. Kami mengikuti gerakan beliau di WAG YPTD yang mengkhabarkan beliau datang lebih pagi agar dapat nomor urut 1. Subhanallah, Semangat Pejuang Literasi itulah yang telah menjadi jiwa raga seorang penulis senior dan fotografer profesional.

Setelah berdikusi dengan Mas Yon Bayu, OM Jay dan Syed Taufik Uiek serta Mbak Muthi kami memutuskan menunda kehadiran ke rumah duka bersebab pandemi covod 19. Sebagai penghormatan terkahir , sobat penulis mengirim Karangan Bunga Belasungkawa ke rumah duka serta dana duka ke putri Almarhum : Mbak Nurul Mu.
Ahad, 3 Januari 2020 teman teman penulis YPTD menyelenggarakan Tahlilan Virtual. Kita membaca surat Al Fatehah dan Surah Yasin serta doa yang dipimin oleh Ustazd Ropiyadi dan Ustazd AA Dimyat. InshaAllah seluruh pahala di hadiahkan untuk saudara terbaik Nadzif Hasjmi yang lebih dikenal dengan nama pena Dian Kelana.
Selamat jalan Uda Dian, Semoga husnul khatimah.
Salam Literasi
YPTD 030121









Semoga diampuni segala dosanya dan dilapangkan kuburnya. Aamiin ya Rabb