Pohon yang merana

Fiksiana, Puisi528 Dilihat

Pikist.com

Satu persatu daun-daun berguguran

Meninggalkan ranting yang merana

Tertiup sang Bayu pengembara

Meninggalkan seribu kenangan

Gugurnya daun -daun tua

Harus berganti dengan pucuk muda

Agar pohon itu tetap lestari

Menghadang zaman sampai Nanti

Pohon rimbun rumah kehidupan

Dari insekta sampai bangsa Aves

Semua hidup dalam kedamaian

Hingga waktu menemui batas

Ketika pohon itu mulai kerontang

Haruskah si burung kecil berdiam diri

Bertengger di ujung ranting yang kering

Atau ia terbang menjulang tinggi

Tinggalkan Balasan