Tiga Peristiwa Bersejarah

Literasi, Peristiwa, YPTD418 Dilihat

 

TIGA PERISTIWA BERSEJARAH

Aku buka mataku dan berdoa, terima kasih Tuhan, telah Engkau bangunkan hamba dan memberikan kehidupan dan kesehatan hingga saat ini. Hujan rintik-rintik terdengar di luar jendela kamarku. Denting iramanya jatuh di atap lantai dua membuat irama perpaduan alam dan buatan manusia. Aku beranjak dari tempat tidurku, segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan pori-pori ditubuhku. Air sejuk membangkitkan moodku dan menerangi pikiranku.

“Ya Allah kenikmatan yang Engkau berikan tiada taranya.” Gumamku dalam hati sambil kutengadahkan kedua tanganku penuh syukur. Ada rasa malu menyelimuti hati karena Allah selalu memberikan apa yang kupinta.

Pagi ini aku begitu bersemangat karena hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagiku karena ada tiga peristiwa yang sangat bermakna, yang pertama adalah Tahun Baru Islam 1443 Hijriah. Sebagai umat muslim aku harus mengevaluasi diri dengan segala pencapaian positif yang telah aku buat agar aku pandai bersyukur akan berkah Tuhan Yang maha Kasih. Aku juga harus menginstropeksi diri dengan berbagai kekurangan yang aku miliki dan langkah terbaik apa untuk memperbaiki.

Peristiwa kedua yaitu pada tanggal 17 Agustus 2021 bangsa Indonesia akan merayakan hari bersejarahnya, Hari Kemerdekaan. Merdeka untuk berkarya positif, merdeka untuk mengungkapkan pendapat demi kebaikan dan kemajuan Indonesia. Merdeka namun bertanggung jawab. Sebagai pegiat literasi juga harus pandai-pandai dalam mengungkapkan pendapat. Pendapat yang dapat memotivasi orang lain untuk berbuat kebaikan akan menjadi berkah. Pendapat yang akan menciptakan permusuhan sepatutnya tidak di lakukan.

Di dunia literasi ini mengingatkanku akan event ketiga yang tentunya tidak akan terlupakan. Sebentar lagi YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan) akan berusia satu tahun tepatnya tanggal 19 Agustus 2021. Jika kita melihat anak berusia satu tahun tentunya kita akan mendapati anak yang sedang berlatih berjalan yang kadang-kadang jatuh dan bangun kembali. Memang masa itulah awal untuk mulai menapakkan kaki agar berjalan lebih kokoh dan bahkan berlari.

Demikian juga dengan hari kelahiran YPTD yang di pimpin oleh Bapak Haji Thamrin Dahlan yang kental dengan pantun-pantunnya. Beliau dengan timnya berusaha menjadi wadah terbaik bagi para penulis untuk menghasilkan karya-karyanya. Walau masih berusia satu tahun, namun YPTD sudah mampu menerbitkan buku ber ISBN bagi para penulis sebanyak 233 Judul Buku dan sebagian besar buku tersebut telah di serahkan ke Perpustakaan Nasional.

Aku sebagai penulis pemula turut bangga akan pencapaian YPTD. Aku mulai mengenalnya di bulan Februari 2021 ketika aku mengikuti lomba menulis di blog tiap hari. Tidak menyangka hingga akhirnya aku menjadi suka untuk mengikuti event menulis yang diadakan oleh YPTD. Aku menyadari bahwa aku tidak memiliki waktu banyak untuk dapat menulis tiap hari karena masih banyak kegiatan yang harus aku selesaikan. Namun pertemuanku dengan YPTD membuatku lebih bersemangat untuk menuangkan ide-ide dan berharap dapat dinikmati orang lain.

Di ulang tahunnya ini, beberapa teman literasi telah memberikan pendapatnya yang dikemas dengan bahasa menarik dan memotivasi bagi kemajuan YPTD dimasa mendatang. Akupun juga ingin berbagi pendapat tentang penilaianku terhadap YPTD. Selama ini aku merasakan YPTD telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Selalu memberikan semangat bagi para pegiat literasi untuk tetap menulis dan membantu dalam penerbitan tanpa berbayar. Walau dalam perjalanannya YPTD kemudian memberitahukan untuk membayar seikhlasnya, secara pribadi aku sangat setuju. Seikhlasnya berarti disesuaikan dengan kemampuan penulis. Dengan berbayar tentunya akan membatu YPTD untuk mengembangkan eksistensinya dalam dunia penerbitan yang akan tampil lebih inovatif dan kreatif.

Seperti pepatah, “Jer Basuki Mowo Beya” yang memiliki arti segala keberhasilan tentunya memerlukan pengorbanan. Pengorbanan ini dapat berupa waktu, pikiran dan uang tergantung dari konteksnya. Jika suatu penerbitan ingin lebih maju tentunya membutuhkan dana yang pantas bagi perkembangannya. YPTD akan dapat mengadakan event-event lomba menulis bagi pegiat literasi dan memberikan hadiah bagi para pemenangnya.

Demikian dengan webinar yang diadakan, tentunya memerlukan dana juga, terlebih jika ada doorprize. Dengan dana yang cukup YPTD dapat mengundang narasumber yang profesional di dalam kegiatan literasi dan mengadakan berbagai kegiatan sosial seperti menyumbangkan buku kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Manfaat berbayar seikhlasnya bagi penulis diantaranya, akan memberikan rasa tanggung jawab untuk menyeleksi tulisan mana yang layak untuk dipublikasikan. Jadi tidak hanya sekedar menulis dan jadilah sebuah buku namun akan lebih mempertimbangankan kualitas isi yang disajikan.

Saran kepada YPTD, agar memberikan beberapa alternatif nama-nama editor juga memperjelas lagi alur dari penerbitan terutama setelah mendapatkan ISBN. Kami juga ingin mengenal YPTD lebih dekat dengan mengetahui team di bawah YPTD. Mengadakan lomba menulis setiap tiga bulan sekali dan menjadikan sebuah buku.

Untuk lebih mempopuler YPTD perlu adanya kalender buatan YPTD dengan foto-foto penulis terkenal baik penulis fiksi maupun non fiksi dan pegiat literasi boleh membelinya. Demikian saran yang dapat disampaikan untuk YPTD. Tetap berkibar, tetap bersinar, tetap menjadi wadah terbaik bagi pegiat literasi. “Happy Anniversary” teruntuk YPTD. Selalu sehat, sukses dan bahagia bagi bapak Thamrin dan team YPTD juga bagi pegiat literasi.

Ketiga peristiwa inilah yang menjadi rasa syukurku kepada Tuhan Yang Maha Esa yang membawaku untuk tetap berkarya dan menimba ilmu.

Nani Kusmiyati

Jonggol, 10 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

4 komentar

  1. Assalamulaikum Ibu Nani Kusmiyati
    Thanks a lot. Alhamdulillah YPTD termasuk salah satu dari peristiwa bersejarah setelah 1 Muharram dan 17 Agustus. Saya terkesan dengan deskripsi Bayar Seikhlasnya. “Jer Basuki Mowo Beya” yang memiliki arti segala keberhasilan tentunya memerlukan pengorbanan.. Penjelasan Bu Nani ini semakin memberikan keyakinan YPTD bahwa membantu para penulis menerbitkan buku ber ISBN dana seikhlasnya lebih kepada tanggung jawab terhadap literasi Indonesia. Sesuai Visi Misi, YTPD sebagai Yayasan Non Profit mewakafkan diri untuk Literasi. saya merasa tidak sendirian. Mendapatkan banyak dukungan atas kebaikan teman teman penulis yang memiliki niat mulia untuk dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia melalui wadah YPTD
    Salam Literasi
    YPTD.