KMAA #5 : Membangun Komunitas Penulis

Salah satu bentuk kepedulian terhadap perkembangan literasi yang ada di daerah dan kebutuhan untuk meningkatkan semangat kepenulisan adalah membentuk sebuah komunitas penulis.

Pada awal terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini yaitu sekitar bulan Maret 2020 yang lalu, aku tertarik membentuk satu komunitas penulis atau orang-orang yang mau belajar menulis di kalangan guru. Maka aku membuat satu komunitas guru berani menulis (KGBM) Indonesia.

Komunitas ini beranggotakan sekitar 250 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan dari berbagai sekolah dan madrasah seluruh Indonesia.

Pada awalnya kami hanya berbagi dan membuat buku bersama (antologi) dengan mengangkat tema pengalaman mengajar dan mendidik anak selama masa pandemi ini baik di rumah maupun di ruang-ruang kelas maya.

Alhamdulillah buku pertama terbit dengan judul “Teacher VS Corona” yang terdiri dari 45 orang penulis dan aku sebagai kurator selama kurang lebih 2 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan buku-buku antologi lainnya.

Ternyata, dengan komunitas penulis kita dapat semangat baru untuk menulis dan menulis. Walaupun dengan penuh perjuangan yang harus dipaksakan. Karena dengan dipaksa akan terbiasa untuk melakukan yang terbaik.

Melalui komunitas yang kita ikuti, akan mampu membakar semangat literasi bagi anggotanya. Apalagi ada motivasi lainnya seperti yang diselenggarakan oleh Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan (YPTD) ini yang memberikan kesempatan bagi penulis untuk dapat mengikuti tantangan menulis selama 40 hari akan diterbitkan tulisannya dalam buku solo yang ber-ISBN.

Jadi, kenapa Anda tidak gabung dalam komunitas ini? Atau menjadi seperti ini saja, tidak terbiasa untuk menulis dan tidak memiliki karya. Terserah Anda!

Pelaihari, 24 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan