” KETIDAKSADARAN “
Raja sinar mulai memancar
Menampakkan wajahnya kekuning-kuningan di sebalik awan
Tetap terang memberi seri
Wajah terpapar malu untuk bersandar
Pagi itu cerah tapi mencekik
Para tua renta mengayuh sepeda,sarung kumuh terikat di pinggang
Dengan ontel tiada nama,serta rupa
Tiada malu jalankan kuasa
Tak kenal lagi pagi atau siang buta
Anak anak kecil juga melata lata
Semua rimba dilewatinya,mencari tempat terlepas dahaga
Membolak balik tong yang ada isisnya
Tak kira bau busuk,terus mengkais besi besi tua
Seaka mencari emas permata
Demi sesuap nasi,menahan perut meronta ronta
Tak peduli yang penting bernyawa
Kita terlalu lama dibudak kerdilkan ditanah sendiri
Bahkan tinggal dipersimpangan jalan
Tetap buntu dilewati
Kita kuasa tetapi lumpuh
Tanah kiita kaya raya tetapi buta
Tak mampu berdiri sendiri hanya dengan satu kaki
Perut kita terus terisi
Memberi harapan menuju mati
Sengaja membutakan mata,tak padang tanah sebelah kiri
Dengar….belapiskan tuli
Jangan..
Jangan..
Teriak sura keras tak memberi makan
Tanah kita kuat
Tanah kita mampu
Lihatlah mayat tua renta tak beralas pakaian
Budak kerdil kecil menadahkan tangan
Pucat lesu berkulit hitam
Tanah kita kaya,tertutup ketidakberdaya,ketidaksadaran
Karena tanahku ada sempadan
Tak mungkin terus meminta
Aku tau….
Tanahku kaya,tetapi wajah dalam dekam ketidaksadaran
Karya : Raja zainol afandi,S.Pd.SD








