Kata Siapa Menulis Novel Itu Susah, Tulis Saja !

Gaya Hidup, Hobi809 Dilihat

Kalau Pak Ajinatha ditanya pernahkah menulis novel, ya jangan ditanya, beliau sudah banyak menulis novel. Asyik mana sih  menulis cerpen  atau menulis novel. Saya tidak pakar kedua duanya, tapi jujur pernah menulis novel dan cerpen. Bagaimana rasanya menulis novel sampai tamatkah, berapa halaman, berapa karakter dan berapa ribu kata?

novel penulis di wattpad

Pertanyaan akan bertubi – tubi datang. Tapi menulis novel sebetulnya asyik – asyik saja kalau dijalani. Masalahnya bila ceritanya panjang saya mesti menyiapkan sinopsis, mengingat karakter tokohnya. Berani membuat terobosan terutama agar novel tidak datar dan monoton. Harus ada dramanya, kalau perlu ada cerita tragisnya, ada hal misteri yang membuat pembaca merasa penasaran bagaimana bab selanjutnya, kalau perlu cerita bab terakhir yang kita tulis dibuat menggantung sehingga rasa penasaran dan ingin mengikuti chapter selanjutnya.

Mirip dengan sinetron, mirip dengan film serial yang dikemas dengan banyak drama dan intrik.Kalau sudah sampai pada tahap konflik – konflik terkadang dilematis, apalagi harus memperlakukan tokohnya harus menderita, lalu muncul tragedi demi tragedi yang membuat tokoh andalan harus selalu menerima kenyataan banyak cobaan yang harus diterima.

novel yang saya tulis di Kwikku.com

Jangan lupa jalinan jalan cerita dari chapter ke chapter selanjutnya perlu berkesinambungan. Ada logika, atau cerita petualangan atau kisah – kisah romantis yang membuat jantung berdegup, merasakan kisah cinta dua sejoli misalnya.

Kalau genrenya adalah sejarah atau cerita silat, paling tidak mengenal istilah – istilah ilmu bela diri. Lebih bagus bila pernah merasakan bagaimana kerasnya latihan ilmu beladiri. Selain khayalan dan imajinasi, pengalaman nyata bisa menambah bobot cerita.

Ada beberapa novel yang pernah saya tulis. Tapi jujur belum satupun saya terbitkan. Masih saya biarkan tertulis di wattpad, kwikku dan Storial.co. Sama seperti Pak Ajinatha yang banyak menulis novel dan pembacanya sudah ribuan bahkan ratusan ribu saya masih kisaran 1K sampai 8 K.

Kalau dijalani menulis novel itu mengasyikkan. Kuncinya sebetulnya konsistensi dan tidak cepat bosan. Ya,  novel itu ceritanya panjang kadang meskipun menggunakan sinopsis, tapi dalam perjalanan menulis seringkali muncul tantangan, ingin mengubah cerita, mencoba mengubah alur nasib tokohnya, membuat pembaca semakin bingung bagaimana endingnya.

https://risalahmisteri.com/novel-detail/53/tumbal-darah-perawan
novel yang saya tulis di Risalah Misteri.com

Sebagai penulis saya terus terang susah memberi tips bagaimana menulis novel yang baik. Tapi sebagai orang yang pernah merasakan bagaimana proses menulis, yang saya sharingkan bukanlah tips dan trik, melainkan pengalaman empiris.  Paling tidak saya mempunyai pengalaman menulis hingga tamat.

Ketika menulis cerita silat ada imajinasi yang terus muncul, mungkin jalinan cerita silat yang muncul begitu saja di otak berasal dari alam bawah sadar. Dulu selama beberapa tahun pernah menggeluti olah raga pencak silat, kebetulan juga ketika anak- anak dan remaja hingga dewasa saya pernah rutin membaca cerita silat.

Mungkin ingatan itu mengendap hingga suatu saat mencoba menulis cerita silat. Buku pertama sudah dilewati buku kedua tidak tamat- tamat karena terbentur mood. Padahal ceritanya tinggal beberapa bab lagi.

Bagi anda yang ingin menulis novel, sebaiknya memang harus fokus bila sedang menulis novel. Penulis harus memaksa diri untuk terus memasang target berapa minggu atau beberapa bulan menyelesaikan cerita. Kalau dibiarkan menggantung dan tidak diteruskan dalam waktu lama moodnya sepertinya sudah beda, dan akan berat meneruskan ke bab – bab selanjutnya.

Target selesai itu harus ditentukan. Semakin diulur dan ditunda menyelesaikan, bisa bisa mangkrak, dibiarkan menggantung. Pengalaman bila bisa menyelesaikan sampai titik terakhir dan ketika sudah menulis kata tamat atau selesai leganya luar biasa. Seperti baru saja menyelesaikan kerja berat berbulan- bulan yang tidak bisa ditebak kapan selesainya.

Ketika berani memutuskan tamat dengan entah sad ending, menggantung atau happy ending, rasanya seperti habis kentut ufff maaf, leganya luar biasa. Oke. Itu cerita saya tentang novel bagaimana tentang cerpen. Ya nanti saya ceritakan saja tentang pengalaman menulis cerpen, pastinya juga puisi. Saya katakan saya tidak ingin keminter tapi sekedar sharing pengalaman.

Karena membahas tentang dunia menulis itu mengasyikkan, para pembaca  tidak saya biarkan membaca tanpa ada manfaatnya. Setiap ganti artikel harus mendapat novelty atau kebaruan, ada sisi unik yang terus bisa digali, hingga menemukan ide- ide baru meskipun sudah banyak orang membahasnya.

Semoga cerita novel saya itu bukan dalam rangka membual, tapi cerita panjang itu selalu saja ada sisi kebermanfaatannya. Satu kunci untuk yakin bisa menulis novel adalah  anggaplah seperti halnya menulis diary. Cerita saja dahulu, menulis saja dahulu. Paksa mengalirkan cerita meskipun awalnya tersendat- sendat. Alah bisa karena biasa. Kalau mau menyelesaikan cerita panjang coba renungi peribahasa: sehari selembar benang lama lama menjadi kain juga. Selamat mencoba.

Kalau dari awal sudah riweh, dan ngeri dengan panjangnya cerita maka di depannya pasti akan banyak hambatannya. Bahkan bisa mandeg ditengah jalan. Kalau ingin menulis menurut saya adalah tulis saja, yang bisa diingat, sambil tetap mencari terobosan, kreasi dan inovasi agar selalu muncul hal baru. Semoga berguna. Salam literasi.

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar