Siti Nuraisyah (21107)
Kelas 1B
Perkenalkan nama saya Siti Nuraisyah bisa dipanggil Aisyah dari kelas 1B, saya anak ke 3 dari 3 bersaudara. Dari kecil cita-cita ku masih berubah-ubah, terkadang aku ingin menjadi Dokter, Polwan dll. Disini aku ingin bercerita mengenai perjalanan ku untuk memilih cita-cita. Pada saat aku duduk dibangku kelas 6 SD guru seni budaya menyuruh aku dan teman-teman untuk menggambarkan cita-cita lalu dikumpulkan, dan disitu aku bercita-cita menjadi dokter, sewaktu aku lagi menggambar ada temanku yang datang lalu ia bilang “Aisyah mau jadi dokter? Kamu aja gapernah dapet ranking pasti gaakan bisa” dan disitu pula aku tidak yakin kalau aku bisa menjadi dokter, karna memang benar aku tidak sepintar teman-teman ku yang lainnya lalu aku merobek gambaran ku tersebut sambil menangis. Sewaktu pulang sekolah aku ditanya sama guru seni budaya ku karna belum mengumpulkan gamabarannya dan disitu aku bilang “maaf pa, aku gatau cita-cita aku mau jadi apa” Alhamdulillah nya guruku tidak marah karna aku belum mengumpulkan gambaran tersebut.
Singkat cerita aku pun sudah duduk dibangku 1 SMP yaitu di pondok pesantren, disitu aku suka sekali yang namanya memasak dan aku berfikiran untuk bercita-cita menjadi chef, akhirnya aku pun mempunya cita-cita yang aku sukai, tapi disitu keluarga ku kurang setuju, keluarga ku lebih setuju kalau aku mengambil kesehatan salah satunya keperawatan katanya biar aku bisa meneruskan jejak kaka aku, tapi aku tetap menginginkan untuk menjadi chef.
Setiap kali perpulangan pesantren aku suka melihat tutorial memasak dan bahan-bahannya di social media bisa dibilang otodidak dan disitu juga didampingi oleh mamah. Sejak kelas 3 SMP aku mulai tertarik dengan “KEPERAWATAN” karna sering melihat kaka aku merawat pasiennya dari rumah melalui telfon dan disitu aku melihat seorang suster yang sangat akrab sekali dengan pasiennya. Tapi aku juga masih menginginkan untuk menjadi chef yang mempunya rumah makan yang banyak.
SMP pun berlalu dan di bangku SMA aku tetap melanjutkan di pondok pesantren dan aku harus sudah menentukan jalan selanjutnya. Dan pada saat aku kelas 2 SMA mamah ku keluar masuk RS, pada tanggal 1 Oktober 2019 mamah ku sudah dipanggil yang Maha Kuasa, selama mamah aku sakit aku hanya sehari mengurusi beliau karna sebelumnya aku masih di pondok. Dan disitu pula aku sudah tau aku harus memilih yang mana, yang aku pilih adalah menjadi seorang “PERAWAT” tapi walaupun aku gabisa jadi chef aku masih bisa mempunyai rumah makan yang banyak.
Pada intinya aku ingin menjadi seorang “PERAWAT” yang mempunyai “BANYAK RUMAH MAKAN”.








