Cerita pasti ada saja, seperti hari ini beberapa teman sudah mulai menyetorkan puisi yang akan kami buat buku antologi puisi guru dan siswa. Seorang teman minta dikomentari puisi yang buatnya, yang menurut dirinya sebelum ini tidak pernah membuat puisi.
Hari ini Nyakbaye share dua puisi dari guru matematika.
Guru Dalam Kepungan Pandemi
Karya H. Harizon, S.Pd, M.Pd
Aku terkepung dalam dunia Maya
Bicara namun tak bersua
Berpisah raga bersatu dalam wacana
Membangkitkan asa mewujudkan merdeka
Aku tak terbatas di ruang kelas
Ilmuku berkelana di dunia Maya
Sebarkan ilmu tiada batasnya
Wujudkan mimpi anak bangsa
Dalam kepungan Pandemi
Aku tetap menularkan ilmu demi negeri
Bangun karakter penguat diri
Menjemput mimpi meraih prestasi
Karimun, 2022
Cinta dan Ego Guruku
Karya DARNIAWATY, S.Pd.I
Pagiku awali dengan niatku
Niatku untuk mendidik siswa siswiku
Yang telah menanti di kelasku
Kelas yang menjadi saksi gerakanku
Gerakanmu mungkin membuatmu lelah
Tetapi lelah yang mampu untuk mengubah
Mengubah dirimu bahkan dunia
Dunia yang penuh dengan hikmah
Hikmah cinta yang ku berikan
Ku beri dengan kasih sayang
Tak luput kadang ketegasan diperlukan
Hanya untuk mendidik siswa siswiku tersayang
Sayangku kadang lupa arti sayang sebenarnya
Menyayang dirimu seorang
Mengajar sampai menunda makan
Karena egoku selalu ku singkirkan
Egoku untuk membuatmu aman
Egoku untuk membuatmu nyaman
Egoku yang satupun tiada ku fikirkan hanya untuk diriku
Egoku hanya untuk mengantarkan siswa siswiku menuju masa depan gemilang.
Karimun, 2022
Semoga kami selalu bersama dalam motto yang sama ”Sekolahku Sayang Sekolahku Gemilang.”***







