Melakukan sesuatu yang belum kita paham adalah sebuah kesia-siaan. Diibaratkan mau melangkah tetapi tidak tahu arah, sama dengan orang kebingungan. Itulah sebuah umpama bagi diri kita, yang melakukan suatu tugas namun tidak paham apa yang akan dilakukan akan tugas itu.
Ternyata memang harus ada pemahaman dan pembelajaran yang tidak biasa untuk sesuatu yang belum kita paham.
Ada yang sedihnya berlebihan disaat ada yang menilai kerjanya, namun dikasih nilai rendah. Ada juga yang kecewanya berlebihan dengan apa yang diharapkannya tidak sesuai dengan harapan.
Yang jadi pertanyaan adalah kenapa harus bersedih dan kenapa harus kecewa. Sudahlah… jika memang mengerjakan sesuatu tanpa ada ilmu dan pemahaman yang baik tidak perlu berlarut-larut di kondisi yang tidak mengenakkan itu. Penilaian yang diberikan orang lain itu adalah hak mereka dan kewajiban kita hanyalah melihat dan mendengar nilai yang diberikan.
Jika memang sesuai dengan kenyataan, terimalah dengan lapang dada dan iklhaskan. Iringi penerimaan itu dengan sabar supaya rasa yang tidak memgenakkan itu juga berlalu pergi.
Di dunia ini semuanya berpasangan, jika ada sedih yang hadir tentunya kebahagiaan juga ikut mengiringinya. Nikmatilah setiap momen yang terjadi dalam hidup ini. Yakini bahwa semua yang terjadi akan indah dilalui jika hati mau menerima setiap apa yang hadir dan pergi.
Jangan terlalu berlarut-larut dengan urusan penilaian yang semu. Fokuslah pada tujuan yang hakiki biar semangat selalu membersamai. Jika penilaian manusia saja diri bisa bimbang dan sedih, bagaimana dengan penilaian_Nya yang setiap waktu selalu dicatat? Apakah sudah merasa baik dan sempurna? Disaat penilaian yang diberikan manusia membuatmu sedih, bagaimanakah hasil penilaian yang diberikan-Nya nanti?






