Episode Teori Puisi

Cerpen, KMAB, YPTD690 Dilihat
Cover buku oleh Ajinatha

Menulis adalah salah satu hobiku. Untuk melepas kepenatan setelah mengurusi anak-suami dan sekolah. Biasanya aku menulis tentang materi pelajaran, kuliah, cerpen pada blogspot.

Namun beberapa tahun terakhir, aku sempat menulis di Plukme. Yang kutulis di sana adalah cerpen, cerbung, artikel ringan. Terkadang juga menulis puisi. Ya meski Puisiku asal saja.

Maklum menulis puisi bukan perkara mudah bagiku. Pernah pak Ropingi dari tanah Borneo dengan suka rela mau mengajariku menulis puisi tanpa banyak mikir tetapi puisinya bisa keren.

Lalu apa yang kulakukan terhadap tawaran itu? Terus terang, tawaran itu kutolak. Aku tak mau membebani diri dengan berlatih menulis puisi yang keren.

Nah, berkaitan dengan kepenulisan puisi, aku simpan tips menulis puisi ala mas Rizal. Tips itu dibagikannya di sebuah WAG Penulis Puisi.

“Kalau menulis, aku gunakan kerangka sederhana menjadi tiga bagian.

1. Pembuka (ide/fenomena)

2. Isi (ulahan rasa/asa/logika)

3. Penutup (pesan)

Apapun jenis tulisan, aku pake ini.”

Ah aku mah nulis puisi ya nulis. Tak tahu, ada pembuka, isi dan penutupnya. Makanya puisiku masuk jajaran tulisan non pilihan di K. Hihihi.

“Tentang olah kata berdasarkan rima, irama atau aneka majas, itu pembiasaan. Kukira, kalau terbiasa membaca dan menulis atau menulis dan membaca, maka hal itu akan auto. Rumusku :

*Tulis – baca – tulis*. Atau *Baca – tulis – baca*.

Jadi udah ditulis, dibaca lagi, terus kalau butuh edit, yo nulis lagi. Atau baca dulu karya orang buat mencuri ide, terus menulis, kemudian membaca lagi. Ini versiku.”

Tips yang sangat bermanfaat. Semoga bisa kupraktekkan dalam menulis puisi ke depannya.

 

Tinggalkan Balasan