Catatan Tanpa Bekas
Mencari Orang Hilang
Oleh: Arfianto Wisnugroho
Kehilangan sesuatu yang berharga adalah hal yang dapat membuat siapa saja stress. Bahkan anak kecil yang kehilangan mainannya dapat menjadi sangat sedih. Ia akan meminta orang tua atau orang didekatnya mencari sekuat tenaga. Dalam keadaan tertentu kita akan kesulitan memberikan pemahaman kalau mainan miliknya tidak dapat ditemukan. Bukannya kita yang kurang bisa memberikan pemahaman. Tetapi hal tersebut terjadi karena ada kemungkinan pemikiran anak kecil yang memang menolak akan kehilangan. Hal yang sama juga dapat terjadi pada orang dewasa. Bahkan karena kehilangan barang yang sepele saja bisa stress saat memiliki banyak pikiran. Kalau hal sepele bisa stress, bagaimana dengan hal besar atau sesuatu yang sangat berharga? Tentunya kehilangan tersebut akan memiliki pengaruh yang berbeda pada setiap orang.

Begitulah dunia nyata yang penuh dengan lika-liku kehidupan. Semua yang terjadi akan memberikan dampak langsung bagi yang mengalami. Adapun penanganan dari semua masalah terkait kehilangan pasti memerlukan usaha dan pengorbanan tertentu. Tidak seperti di serial sinetron yang semua bisa kita lihat bahwa mereka hanya melebih-lebihkan. Atau juga seperti di sebuah film yang semua dibuat agar semua menyerupai kenyataan.
“Paling tidak sebuah film lebih bagus karena daya dukungnya lebih besar.” Ujar mas Nyentrik mengomentari pendapat Soeto.
Tentu saja, demikian setelah mereka berdua melihat sebuah film box office berjudul missing. Sebuah film yang mengisahkan perjuangan seorang anak perempuan bernama June mencari ibunya. Kisah yang bermula saat June menjemput ibunya di bandara sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Namun setelah lama menunggu ibunya tidak kunjung datang padahal jadwal kedatangan sudah sesuai. Ia mengira ibunya hilang saat liburan bersama pacarnya karena tidak kunjung ada kabar setelah 36 jam berlalu. Untuk mencari informasi ia meminta bantuan kedutaan besar hingga FBI turun tangan. Melalui aplikasi online June meminta seorang tukang listrik bernama Javier untuk melihat cctv dimana ibu dan pacar ibunya menginap. June juga meminta Javier mengunjungi beberapa tempat yang dikunjungi mereka.
Setelah melakukan pencarian di beberapa tempat Javier menemukan petunjuk yang berupa pembelian sebuah gembok. Dari gembok tersebut June mengaitkan semua melewati akun ibunya yang berhasil ia buka. Sehingga June berhasil mencari tempat yang dikunjungi ibu dan pacarnya. Melewati cctv online June dapat melihat rekaman ibunya di tempat tersebut. Pada saat yang sama FBI mengirimkan sebuah video penculikan terhadap ibu dan pacar ibunya. Untuk itu June berusaha keras mencari informasi kemungkinan dimana ibunya berada. Melalui akun media sosial ibunya ia menemukan sesuatu yang janggal. Ternyata ada penculikan berencana terhadap ibunya. Yang lebih mencengangkan adalah ibunya sejak awal tidak pergi liburan, melainkan ada pemeran pengganti semenjak di bandara.
Cerita menegangkan diatas tentu sangat menarik untuk ditonton karena itu sebuah film. Namun bagaimana jika mencari seseorang tersebut adalah kisah nyata? Seperti kisah Triat, seorang anak lelaki yang tiba-tiba menghilang. Keluarga tidak tahu kemana ia pergi kecuali ke sebuah warung untuk membeli minuman di suatu siang. Itu terakhir yang keluarga mengetahui keberadaan Triat. Biasanya setelah membeli minuman ia akan pulang atau duduk sebentar di suatu tempat yang tidak jauh dari rumah. Namun hal demikian tidak dilakukan Triat saat itu. Dari beberapa saksi yang melihat pada hari itu, Triat pergi keluar dari kampung. Ia pergi hanya dengan berjalan kaki. Namun setelah ia masuk ke jalan utama, yakni jalan besar di luar kampung, tiak ada lagi informasi. Triat seperti hilang begitu saja.
Butuh banyak tenaga dan waktu untuk menemukan keberadaan Triat. Kalau melihat dari kebiasaannya, Triat bukanlah orang yang akan menghilang karena kesengajaan. Orang yang mengenalnya jelas tidak akan percaya hal yang demikian. Kalau ia hilang karena diculik mungkin orang juga tidak percaya. Mana mungkin, ia tidak memiliki banyak kekayaan di usianya yang sudah lebih dari 30 tahun itu. Lalu kemana ia berada saat itu? Keluarga hanya bisa mencari dengan menghubungi kerabat atau teman yang mereka kenal. Teman Triad yang juga sudah dihubungi tidak ada yang tahu keberadaan Triat saat itu.
Namun mau bagaimana lagi, mencari orang hilang tanpa ada petunjuk adalah hal yang sulit. Apalagi kejadian tersebut berkisar 10 tahun lalu dimana masih sedikit kamera cctv di daerah Triat. Setelah pencarian selama lebih dari tiga bulan polisi menemukan Triat tergeletak di sebuah kebun. Adapun kebun tersebut berada di samping jalan raya selebar 15 m. jika dihitung jarak tempat kejadian dengan kampung Triat adalah sekitar 120 km. jarak yang lumayan jauh, bisa ditempuh sekitar dua jam jika lalu lintas tidak macet. Kejadian semacam Triad tersebut mungkin sering kita dengar. Apakah itu penculikan atau pelarian kita tidak akan tahu. Yang pasti dari kejadian tersebut aka cerita tentang mencari orang hilang.
“Yah..marak sekali orang hilang saat ini? tetapi saat ada polisi yang mencari tiba-tiba sudah pulang!” komentar Soeto sambil melihat mas Nyentrik dengan serius.
“Lha bagaimana lagi, ni tiket ke Solo!” Ucap mas Nyetrik sambil memberikan lembaran kertas pada Soeto. Dalam tiket tertulis “Jogja-Jakarta.”







