Numpang Mejeng di Gramedia

Terbaru1152 Dilihat

Hobi membaca sebenarnya sudah lama sekali tertanam. Semenjak SD seingat saya. Dulu sering sekali berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca majalah dan buku. Majalah bobo adalah kesukaan saya. Beberapa buku legenda daerah pun juga sudah lahap dihabiskan. Kebiasaan ini berlanjut hingga SMP dan SMA. Buku pinjaman ketika SMP sudah naik kelas. Tidak lagi berbau anak-anak tetapi novel rremaja.Maklum, sudah mulai menginjak masa puber. Ketika SMA berbeda lagi. Tidak hanya novel, tetapi komik pun dilahap. Komik detektif Conan adalah salah satu favorit saya. Dealova, Harry Potter, Sherlock Holmes dan beberapa novel remaja lain sudah menjadi langganan pinjaman saya. Tetapi kali ini bukan perpustakaan lagi yang menjadi tempat tujuan peminjaman melainkan rental komik dan novel.

Duduk di bangku kuliah, minat baca saya tidak juga luntur. Namun sekarang mulai naik kelas. Tidak hanya sekedar meminjam buku melainkan membeli sendiri buku yang saya inginkan. Gramedia adalah salah satu tempat favorit saya mencari buku selain di pameran buku. Buku penunjang kuliah, buku bacaan, novel, seringkali menjadi incaran saya ketika menyambangi tempat ini. Terkadang jika sedang mencari-cari buku yang diinginkan, saya merasakan kagum sendiri pada penulis buku yang terpampang di Gramedia. Sebut saja Habiburrahman El shirazy. Siapa sih yang tidak kenal dengan penulis novel best seller ini? Tidak hanya novelnya yang menjadi best seller, tetapi film yang diangkat dari novel terbaik nya juga seringkali masuk ke box office.

Jika sudah seperti itu, angan-angan pun muncul seandainya saja nama saya terpampang juga di salah satu sudut Gramedia menemani ratusan buku best seller karya para penulis hebat. Pasti rasa bangga tidak terkira. Namun, pertanyaan lainpun muncul. Apa bisa?

Pertanyaan ini kemudian terjawab ketika saya sudah bekerja, di saat dunia sedang disibukkan masalah Corona yang tak kunjung usai. Saya tak ambil pusing tentang Corona. Bagi saya, Corona tidak menghalangi saya untuk tetap berkegiatan. Apalagi gara-gara si Corona, semua kegiatan dapat dilakukan secara online. Lebih simpel lagi menurut saya. Kesempatan emas ini pun tidak saya lewatkan. Saya memilih untuk bergabung di grup menulis bersama Om Jay. Awal ketertarikan saya karena melihat ada pelatihan menerbitkan buku secara gratis hanya melalui WA grup saja.

Berawal dari pelatihan itulah akhirnya saya memiliki blog dan terus menulis di blog. Lama kelamaan materi kian menggigit. Semua materi sangat berkesan dan bermanfaat bagi saya yang benar-benar pemula. Tidak salah saya masuk dan bergabung di grup belajar menulis om Jay dkk. Apalagi waktu materi prof Eko Indrajit menghampiri. Mengambil tema menulis dalam seminggu. Wow..apa bisa??begitu tanya saya. Saya ikuti setiap penjelasan beliau tentang cara menulis dalam Seminggu. Masuk akal juga menurut saya. Karena dalam menulis buku, kita pasti selalu berpedoman pada 5W + 1H,,6 huruf kan itu, cukup untuk diselesaikan dalam 6 hari + 1 hari editing. Jadi deh satu buku dalam seminggu.

Yang lebih menarik, prof Eko menawarkan untuk menulis bareng bersama beliau dengan mengambil sebuah tema dari channel YouTube beliau. Kebetulan di saat pandemi ini, beliau membuat seminar online tiap harinya. Dengan materi yang berbeda tentunya. Jika kami tertarik, kami bisa mengambil satu tema dari bahasan seminar online beliau dan wajib dijadikan buku selama seminggu. Tak banyak yang mengambil kesempatan ini. Karena waktu seminggu adalah waktu yang sangat singkat untuk membuat buku. 21 peserta berani mengambil tantangan ini. Termasuk saya. Akhirnya kami dimasukkan ke grup sendiri bernama grup menulis bersama prof ekoji.

Singkat cerita, dari hasil mengambil tantangan menulis bersama prof Eko inilah, saya yang penulis masih bayi, bisa diterima naskahnya di penerbit mayor Andi Offset. Dan lebih mengejutkan lagi, buku yang diterbitkan oleh Penerbit Andi ini nantinya akan didistribusikan ke seluruh toko buku besar termasuk Gramedia seluruh Indonesia. Impian yang dulu hanya angan-angan, akhirnya menjadi kenyataan. Nama saya nantinya akan menghiasi salah satu sudut Gramedia juga berdampingan dengan para penulis hebat lainnya. Membayangkannya saja sudah membuat saya senyum-senyum sendiri. Memang benar kata orang, bermimpi lah setinggi mungkin karena siapa tahu, mimpi mu itu akan terwujud pada saatnya nanti.

Tinggalkan Balasan