
Menjelang Lebaran sejumlah harga kebutuhan dapur dan kebutuhan lainnya di Pasar Tradisional Bojonggede Kabupaten Bogor, sudah mulai mengalami kenaikan, meskipun belum secara keseluruhan.
Mulai dari cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, kelapa dan bahan dapur lainnya. Tetapi kenaikan yang paling signifikan adalah cabai. Kenaikan pun terjadi pada beras, minyak goreng dan telur.
Sementara harga daging masih terbilang normal yaitu sekitar 135.000 – 140.000/kg. Termasuk harga sayur-sayuran atau lalapan seperti petai, mentimun.
“Satu Minggu sebelum lebaran, semuanya akan mulai naik,” ucap seorang pedagang di Bojonggede.
Kenaikan harga kebutuhan dapur mendekati lebaran, bukan lagi hal yang baru, karena sudah terjadi setiap tahunnya, jadi seperti semacam tradisi.
Konon kenaikan dipicu tidak saja karena meningkatkan permintaan menjelang lebaran, juga karena sebagian pedagang sudah mulai mudik untuk berlebaran satu Minggu sebelum lebaran.
Alasannya, kekhawatiran akan terjadi lonjakan pemudik jika seandainya mudik dua hari atau tiga hari sebelum lebaran, seperti penjelasan pedagang tadi. Artinya, pedagang pun akan mulai sepi mendekati lebaran.
Menyoal harga daging, meskipun terbilang masih harga normal, hanya saja muncul dalam benak saya, mengapa harga daging pada pedagang satu dengan pedagang lainnya harganya tidak sama?
Inilah yang sering saya temukan, bukan menjelang lebaran saja, pun pada hari-hari biasa. Karena setiap saya membeli daging, meskipun hanya 1 kg, tetapi saya akan membeli pada pedagang daging yang berbeda-beda. Artinya setiap pedagang saya membeli 1/4 kg, dan saya punya alasan untuk ini.
Ternyata dengan cara saya membeli seperti ini, saya pun jadi tahu banyak hal. Seperti kejujuran setiap pedagang, baik mengenai kualitas, juga permainan dalam timbangan.
Nah, dengan pengalaman seperti ini, juga kita dapat mengenal bermacam karakter pedagang, akan membentuk kita lebih bijak dalam berbelanja.
Bukankah katanya pengalaman juga merupakan guru yang paling berharga?
Bijak dalam berbelanja !





