PANDUAN MENERBITKAN BUKU YPTD

Humaniora856 Dilihat

PERJUANGAN PANJANG

www.wijayalabs.com

 

Hari ini sudah memasuki lomba blog PGRI hari ke-27. Satu hari lagi, perjuangan saya mengikuti lomba akan memasuki garis finis. Sudah banyak cerita yang saya torehkan di dalam naskah ini. Sekarang, mari mencicil susunan naskah berdasarkan panduan Penerbit YPTD. Dengan menjapri Pak H. Thamrin Dahlan selaku pendiri Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) akhirnya saya mendapatkan beberapa informasi penting. Simak yuu..

Panduan Menerbitkan Buku YPTD

Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) Membantu Para Penulis menerbitkan Buku ber ISBN Tanpa Biaya. Kirim naskah buku ke thamrindahlan@gmail.com dengan ketentuan sebagai berikut

Ukuran buku : A5

Huruf   : Times News Roman

Font     : 12

Spasi    : 1.5

Margin: 1.5/1/1/1

Tebal buku : 150 – 200 halaman

 

Penulis di invite ke WAG YPTD terbitin.id untuk sarana komunikasi informasi dan edukasiProses terbitkan buku 14 hari setelah naskah di terima YPTD.

Proses tersebut meliputi:

  1. Pengurusan ISBN ke Perpustakaan Nasional.
  2. Mendesain cover dan edit buku oleh Tim YPTD
  3. Menginsert Kata Pengantar Penerbit, mencantumkan Barcode ISBN dan Nomor Terbit YPTD di Cover belakang buku
  4. Mencetak buku 5 eksemplar
  5. Mengirim buku ke penulis

 

YPTD membiayai cetak gratis buku 5 eksemplar dengan distribusi :

  1. 2eksemplarbuku untuk Perpusnas
  2. 1 eksemplar buku untuk YPTD
  3. 1 eksemplar buku untuk Donatur
  4. 1 eksemplar buku + soft copy untuk Penulis (Master Buku)

 

Penulis menyatakan bersedia (sementara proses penerbitkan buku) posting 10 artikel di website YPTD terbitin.id  dan Penulis memiliki master buku sehingga bebas memperbanyak buku di percetakan mana saja untuk keperluan promosi. di jual atau sebagai hadiah.

 

Salam Literasi

YPTD

Setelah saya membaca ketentuan penerbitan buku di YPTD, segera saya kumpulkan semua artikel menjadi satu file. Tidak lupa saya menyusun hal-hal berikut meliputi:

  1. Judul naskah buku
  2. Halaman penerbit
  3. Halaman persembahan
  4. Kata sambutan
  5. Kata pengantar
  6. Prakata
  7. Daftar isi
  8. Isi naskah ditulis berdasarkan judul lomba blog setiap harinya
  9. Profil Penulis
  10. Daftar bacaan/ link blog
  11. Sinopsis

Setelah menyusun naskah, saya buka gawai dan menimba ilmu dari Pak Supadilah. Sang juara lomba blog yang telah meraih berbagai macam lomba blog. Saya mengenal beliau saat mengikuti Lomba Blog HUT AISEI. Pak Supadilah adalah pemenang juara 1 Lomba Blog HUT AISEI. Simak video berikut.

phttps://youtu.be/UEFWJ8anbgA

Tips menang lomba blog

  1. Sering blog walking dan belajar dari pemenang juara lomba blog contoh belajar dari Blog Supadilah.
  1. Ikuti ketentuan yang disiapkan panitia misal jumlah kata, hastagh, foto, dan ketentuan lain yang telah ditentukan. Misalnya lomba blog PGRI yang sekarang harus mencantumkan logo PGRI dan IGTIK. Jumlah kata minimal 300 kata maksimal 1500 kata. Mengirim link blog pribadi dan link blog YPTD ke email omjaylabs@gmail.com
  2. Membuat kalimat pembuka dan templet yang menarik.
  3. Membuat judul yang berima.
  4. Lampirkan foto, video, yang mendukung konten lomba

Mental seorang juara antara lain sebagai berikut.

  1. Kerja keras
  2. Pantang menyerah
  3. Mau belajar dari orang lain, sering blog walking, belajar dari blog pemenang

Setelah menulis

  1. Banyak DOA
  2. Banyak Viewer/ komentar
  3. Mengapresiasi diri
  4. Juara biasanya ditentukan oleh selera juri dan kepentingan penyelenggara

Tak terasa naskah sudah tersusun rapi dan tinggal memasukkan naskah terakhir besok. Semua persiapan sudah dilaksanakan dengan seksama. Soal kalah menang itu hal yang biasa. Yang terpenting, berhasil menyelesaikan naskah selama 27 hari adalah pengalaman berharga yang tidak pernah terlupakan.

Dengan konsistensi menulis selama 28 hari, akhirnya naskah buku solo ketiga saya tersusun juga. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi saya. Berharap kelak, kita akan dikenal dunia dengan apa yang kita tulis nanti.

Semoga sedikit tulisan dari saya dapat bermanfaat dan menginspirasi pembaca. Tidak ada hal yang sulit selama kita mau belajar dan menaklukan tantangan rasa malas saat mau menulis. Tetap berbagi literasi dan menginspirasi negeri.

Salam blogger inspiratif

Aam Nurhhasanah,S.Pd.

SMPS MATHLA UL HIDAYAH  CIPANAS

 

Tinggalkan Balasan

8 komentar