TERIMA, SADARI, PERBAIKI

Edukasi, Humaniora241 Dilihat
Sumber: www.wijayalabs.com
Hujan sore ini deras sekali. Sejak tadi siang, hujan tak mau berhenti. Sama seperti semangat menulisku, mengalir deras dan akan bermuara pada air laut.
Kamis kali ini terasa sedikit berbeda. Dede Adel seperti biasa selalu drama korea, minta di antar ke tempat ulang tahun temannya yang ke-6 tahun.
Gambar 1. Ulang tahun Alfin
Acaranya sangat meriah. Di akhiri acara saweran yang tentunya membuat suasana ibu-ibu berbunga-bunga. Satu persatu uang koin di lempar dan nyangkut di baju saya. Alhasil, dapatlah 10 koin Rp 500, dan beberapa buah permen.
Pulang dari acara ulang tahun temannya Adel, saya teringat kembali ada challenge menulis di Komunitas Lagerunal. Setiap hari Kamis, ada program Kamis Menulis. Setiap peserta wajib mengumpulkan link blog dengan tema yang sudah ditentukan.
Logo Kamis Menulis
Tema tantangan Kamis Menulis minggu lalu adalah mereview blog Lagerunal. Tema Kamis Menulis hari ini adalah Bermain#TigaKata #TerimaSadariPerbaiki.
Saya memegang dagu, seraya berpikir sejenak, pengalaman apa yang akan saya ceitakan.  Segelas kopi dan tahu sumedang, menemani riuhnya air hujan.
Tantangan #TigaKata#KamisMenulis
Saya lalu teringat kisah saat pengalaman pertama membuat resume di blog. Ternyata, saya melakukan beberapa kesalahan. Kesalahan itu saya ketahui dari komentar-komentar teman, yang menyadarkan diri untuk merubah kebiasaan jelek dari copy paste narasumber secara utuh.
Saat komentar blog teman berupa keripik pedas, sebenarnya hal itu sangatlah baik. Janganlah marah, tersinggung, dan merasa dihakimi.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Kuncinya adalah terima, sadari, dan perbaiki. Terimalah komentarnya, jadikan sebagai motivasi yang membangun. Sadari dan cermati komentarnya lalu perbaiki hingga tulisan kita menjadi menarik saat dibaca.
Sama halnya seperti kehidupan. Pasti ada saja orang yang tidak suka dengan kehidupan kita. Ada kalanya orang itu memberikan gunjingan, komentar pedas, bahkan kita jadi buah bibir tetangga saat kita melakukan suatu kesalahan.
Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah terima, sadari, dan perbaikilah. Orang yang mau mengakui kesalahan, menerima dan menyadari kesalahan itu, langkah terakhirnya adalah memperbaiki kesalahan tersebut.
Saya teringat akan sahabat saya di dunia maya. Dia melakukan kesalahan menggunakan narkoba. Dia harus ditahan selama 10 tahun. Pergaulan bebas membuat dia melakukan hal yang berlawanan dengan hukum.
Sebut saja namanya Robi. Robi telah menerima kesalahannya dan menebusnya dengan hidup di dalam bui. Selama hidup di sana, semuanya jadi berubah. Ia selalu rajin salat, mengaji, dan lebih mendekatkan diri pada ilahi.
Dia menyadari kesalahannya di masa lalu. Mencoba menerima dan memperbaikinya hidupnya.  Senang rasaya melihat Robi berubah seperti alim ulama.
Foto Robi saat ini, sahabat dumay
Dulu, penampilannya seperti anak funk. Lidah ditindik, telinga ditindik, dan bibir pun ditindik. Sekujur tubuh dipenuhi dengan tato.
Berawal dari kesalahan, merubah kehidupan setiap orang. Allah memberikan kehidupan kedua, yang tentunya akan membuatnya lebih baik.
Hikmah yang dapat diambil dari kisah Robi ini adalah jika kita melakukan kesalahan, cobalah  terima, sadari, dan perbaiki. Setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua untuk hidup lebih baik dan lebih bermanfaat.Tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan.
Semoga sedikit kisah ini, saya bisa memotivasi dan menginspirasi para pembaca. Terus belajar di mana saja dan dengan siapa saja. Teruslah berbagi, memotivasi, dan menginspirasi.
Salam blogger inspiratif
Aam Nurhasanah, S.Pd.
SMPS MATHLA UL HIDAYAH CIPANAS

Tinggalkan Balasan