
Selasa, 19 Januari 2021 adalah hari bersejarah bagi AISEI. Genap 2 tahun Dr.Capri mendirikan komunitas AISEI singkatan dari ASSOCIATION FOR INTERNATIONAL SCHOOL EDUCATORS INDONESIA. Alasanku mengikuti Member AISEI karena aku merasa tertantang dengan program menulis AISEI, dari challange menulis dari 100 kata meningkat jadi 150 kata.
Dengan latihan menulis ini, maka kemampuan dan keterampilan guru semakin terasah dan semakin memukau. Program AISEI ini sangat bagus untuk melatih penulis pemula sepertiku dan mengajak seluruh guru di Indonesia untuk aktif berliterasi.
Acara ini di kemas dengan meriah. Terlihat video ucapan Happy B’day AISEI dari saya, yang sehari sebelumnya diminta oleh Mba Dea.
Acara selanjutnya membahas tentang Kurikulum Ngumpet oleh Ibu Dita Fitriyani. Disambung oleh Ibu Hesti Astina dari Epson yang menjelaskan produk-produk unggulan Epson berupa Printer Epson terbaru, Proyektor Interaktif Epson, Wireless classroom, dan masih banyak produk unggulan lainnya.
Menit terakhir Dr. Capri mengumumkan juara blog lomba AISEI:
Juara 1 Supadilah
Juara 2 Dedi Setyo
Juara 3 Rince Wiki Utami
Aku senang sekali meskipun tidak masuk juara 3 besar, namun masuk ke dalam kategori 10 artikel favorit. Berikut tulisan blognya.
MENJADI GURU INSPIRATIF, GURU PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT
Guru inspiratif adalah guru yang bisa menginspirasi semua orang misalnya peserta didik, orangtua siswa, teman sejawat, dan masyarakat. Guru inspiratif adalah guru yang bisa memberikan teladan, yang mampu memberikan motivasi, inspirasi, meningkatkan semangat belajar peserta didik, mengelola kelas dengan baik, serta memiliki motto menjadi guru pembelajar sepanjang hayat. Setelah hal itu sudah kita lalui maka kita lanjut menjadi guru yang senang berbagi ilmu dan pengalaman.
Aku mencantumkan label “Guru Inspiratif” pada diriku sendiri, agar aku dapat memberikan contoh dan motivasi yang baik kepada siswa supaya mereka bisa menulis buku dan mau mengabadikan tulisan mereka di masa depan. Sudah ada 4 karya buku solo, 1 buah duet dengan Prof. Richardus Eko Indrajit, dan 55 buku antologi sebagai bekal warisan untuk anak didik nanti.
Guru inspiratif merupakan tonggak penggerak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Hal itu bisa kita lakukan dengan menumbuhkan minat baca pada siswa. Dengan membaca kita akan membuka jendela dunia. Begitu banyak ilmu dan pelajaran yang dapat kita ambil dengan hanya membaca sebuah buku.
Kekuatan sebuah tulisan mampu mengubah pribadi seseorang. Aku berharap, sedikit tulisan yang kutulis ini, akan merubah kebiasaan para siswa dari yang awalnya tidak suka membaca, menjadi suka membaca. Dari yang awalnya mereka tidak tahu pentingnya membaca, sekarang mereka paham dan mengerti bahwa membaca adalah sebuah jembatan agar seseorang pandai merangkai kata hingga berubah menjadi kalimat dan tulisan yang mengandung makna.
Aku belajar dari Ki Hajar Dewantara. Bunyi kalimat bijaknya adalah “apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia pada umumnya.” Kalimat ini sangat menampar kedua pipiku.
Aku belajar dari Om Jay, bagaimana membuat PJJ Agar Tak Membosankan. Aku banyak belajar dari Bu Kanjeng, bagaimana cara memotivasi diri sendiri untuk semangat berkarya meskipun sudah masuk usia senja. Aku belajar dari Pak Namin AB Ibnu Solihin, bagaimana caranya mengajar peserta didik, dengan kekuatan public speaking.
Aku belajar dari almarhum Pak Munif Chatif, bahwa saat kita menyusun rencana pembelajaran, kita harus melakukan apersepsi dan motivasi. Hal itu meliputi zona alfa, warmer, pre-teach, dan scene setting. Zona alfa adalah saat di mana guru mengajak siswa untuk melakukan gerakan-gerakan sakelar otak, melakukan kegiatan yang fun, bercerita, bernyanyi, tebak kata, tebak gambar, atau ice breaking. Warmer atau pemanasan adalah kegiatan mengulang materi yang sebelumnya telah dipelajari. Pre-teach adalah guru menyampaikan terkait kegiatan yang akan dipelajari. Terakhir, scene setting adalah konsep awal pembelajaran yang berupa bercerita, simulasi, visualisasi, pantomim, atau strategi pembelajaran yang akan digunakan di dalam kelas. Setelah kita menjadi guru inspiratif, kita harus ingat untuk menerapkan 4 sifat Nabi Muhammad yaitu sebagai berikut.
1. Siddiq adalah berkata benar dan jujur.
2. Amanah adalah bagaimana kita dapat dipercaya orang lain.
3. Tabligh adalah cara kita berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu.
4. Fatanah adalah Cerdas dalam berpikir, bertindak, dan bertingkah laku.
Semoga seluruh guru yang ada di Indonesia, bisa menjadi guru inspiratif yang selalu mendidik, menginspirasi, dan meneladani.
Terima kasih AISEI. Terima kasih Dr. Capri, Mba Dea, dan teman-teman AISEI yang selalu menginspirasi. Selamat ulang tahun yang ke 2. Semoga AISEI tetap jaya dan makin banyak program menarik untuk meningkatkan keterampilan semua guru di seluruh Indonesia.
Salam blogger inspiratif
Aam Nurhasanah,S.Pd.

#DAY13
#KMAC
#KarenaMenulisAkuCeria
#YPTD
#Kamis,23Februari2023













Bu Aam, tulisannya selalu menginspirasi. Semangat berkarya..