Menulis dalam Kesibukan

Setiap orang pasti memiliki kesibukan yang berbeda. Tugas sebagai kepala sekolah, guru, dan seorang ibu Rumah Tangga sangat menyita waktu dan tenaga. Apalagi kalau masuk akhir Agustus dan awal September. Berbagai tagihan laporan Dana Bos selalu jadi sorotan.

Jujur, saya tertinggal banyak tulisan. Namun, saya masih berusaha mengejar ketinggalan dan menjadikan hutang untuk memotivasi diri untuk menuntaskan beberapa postingan. Sebenarnya, saya tidak sepenuhnya tidak menulis. Namun, memang belum sempat menuliskannya. Pengajuan ISBN buku Tim Formula 1 menjadi prioritas sehingga perlu konsentarsi dalam menyusun naskah dan daftar isi.

Tidak hanya itu, kegiatan simulasi Assesment Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 2 September kemarin juga sangat menyita waktu dan pikiran. Saya harus memastikan semuanya berjalan lancar dan aman terkendali. Sehingga ketika diminta laporan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, saya bisa mengisinya dengan realistis.

Lepas dari kegiatan Assesment Nasional, saya harus memastikan buku antologi Writing is My Passion jilid 1 dan jilid 2 harus sampai ke tangan penulis. Berikut sebagian foto yang dikirimkan para penulis.

 

Sumber: WAG Writing is my passion

Menulis dalam kesibukan menjadi sebuah tantangan tersendiri. Setiap orang mempunyai waktu yang sama, 24 jam dalam satu hari. Bagaimana kita bisa meluangkan waktu untuk menulis adalah sebuah keharusan. Jangan menunggu waktu luang baru menulis, namun luangkanlah waktumu dan mulailah menulis.

Semoga apa yang kita tulis nanti bisa menjadi sejarah yang tak bisa mati dan selalu abadi. Yakinlah bahwa setiap  tulisanmu menemui takdirnya.

Salam blogger inspiratif

Aam Nurhasanah, S.Pd.

#KarenaMenulisAkuAda(KMAA)

#Day16KMAAYPTDChallenge

Tinggalkan Balasan