
Siapa sih yang tidak pernah merasakan jatuh cinta? Setiap orang pasti merasakannya. Karena itulah naluriah manusia. Entah itu diucapkan maupun terpendam dalam hati seseorang. Salah satu penanda jatuh cinta adalah rasa rindu jika tak bertemu. Apalagi jika setahun lamanya tak jumpa. Seperti kerinduan kita akan datangnya tamu agung, RAMADAN.
Tapi, apa benar kita rindu? Tahu dari mana? Yuk kita baca 13 Fakta Psikologi TentangRindu Wajib Tahu sebagaimana dilansir di dosenpsikologi.com.
Beberapa ciri kerinduan, akan saya coba ulas dari sudut pandang yang sedikit berbeda.
Pertama, Sedih. Salah satu penanda rindu adalah sedih. Sedih karena tidak bisa berjumpa lagi. Atau khawatir tidak bisa bertemu lagi. Jika tahun lalu, kita masih bisa berpuasa bareng orang tua dan sahabat kita. Kini kita tidak bisa lagi merasakan aktivitas bersama mereka. Kesedihan ini juga sering dirasakan Rasulullah dan para sahabat.
Bagi orang-orang salih, saat bulan Ramadan akan pergi, mereka selalu meneteskan air mata. karena Ramadan akan segera berlalu meninggalkan mereka. Kerinduan mereka tampak saat malam-malam akhir Ramadan.
Pada waktu Rasulullah SAW masih hidup, Masjid Nabawi selalu penuh sesak dengan orang-orang beri’tikaf. Di antara i’tikafnya, mereka tak terasa menangis karena akan ditinggalkan bulan mulia. Lantas, apa yang mereka lakukan? Di lisan mereka terucap doa ungkapan kerinduan akan datangnya kembali bulan Ramadan tahun depan menghampiri diri mereka.
Pemandangan tersebut agak bertolak belakang dengan generasi sekarang. Jika bulan Ramadan akan berlalu, orang-orang mulai disibukkan dengan hiruk pikuk Idul Fitri mulai menyiapkan jajanan, pakaian, hingga mobil meskipun harus menyewa, untuk jalan-jalan atau sekadar ingin pamer kekayaan(Na’udzubillah) .
Pertanyaan pada diri kita, pernahkah ada rasa kesedihan ketika Ramadan tahun lalu meninggalkan kita? Atau justru senang karena sudah bisa lepas lapar dan dahaga? Wallahu a’lam. (bersambung)
Salam Persahabatan
@abdullahmakhrus
Blog: www.abdullahmakhrus.com








