
PANDANGAN ALLAH
Benarlah kalau dikatakan apa yang kita pandang benar, belum tentu benar dalam pandangan Allah. Bahkan yang baik dalam pandangan kita, belum tentu baik dalam pandangan Allah. Inilah misteri keluasaan Illahi yang tidak kita ketahui.
Betapa saya sangat tergoda untuk membenci almarhum Tengku Zulkarnain, hanya karena saya membaca tweet-nya di twitter yang tiada hari tanpa mengumbar kebencian pada orang-orang, yang dalam pandangannya jauh dari kebenaran.
Sehingga saya hanya menilai sisi keburukannya, tanpa pernah berusaha melihat sisi kebaikannya. Mungkin bukan hanya saya yang berpikir seperti itu, banyak juga teman-teman lainnya juga membenci dengan membabi buta terhadap orang yang tidak disukainya.
Mana saya tahu kalau ada sisi lain dari perbuatannya yang disukai Allah, sehingga Allah memberikannya kematian dengan perantara wabah, yang menghantarkannya wafat secara Husnul Khotimah, dibulan yang penuh berkah dan pengampunan. Semoga Almarhum husnul Khotimah.. Aamiin.
Baik buruknya kematian seseorang tidak terlepas dari kehendak Allah Subhannahu’ a Ta’ala, karena itu memang hak prerogatif Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah: “Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914)
Sebagaimana kita ketahui, Ibnu Muljam yang sangat terkenal ketaatannya, ahli ibadah, dan merupakan havidz Al Quran, namun akhir hayatnya wafat dengan Su’ul Khotimah, hanya karena kejahatannya melakukan pembunuhan terhadap Amîrul-Mu`minîn ‘Ali bin Abi Thâlib, yang juga kemenakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Referensi:
https://almanhaj.or.id/2680-abdur-rahman-bin-muljam-potret-buram-seorang-korban-pemikiran-khawarij.html
Ibnu Muljam mendapat gelar al-Muqri`. Dia mengajarkan Al-Qur`ân kepada orang lain. Tentang kemampuannya ini, Khalifah ‘Umar bin al Khaththab sendiri mengakuinya. Dia pun pernah dikirim Khaliifah ‘Umar ke Mesir untuk memberi pengajaran Al-Qur`ân di sana, untuk memenuhi permintaan Gubernur Mesir, ‘Amr bin al-‘Aash, karena mereka sedang membutuhkan seorang qâri.
Siapa yang menyangka kalau kematianya Su’ul Khotimah, padahal dia dianggap orang yang baik. Hanya karena pemikirannya dipengaruhi kaum Khawarij, sehingga dia salah dalam menjalankan keislmannya.
Pandangan Allah selalu benar, karena Allah memang Maha benar. Kita manusia tempatnya salah, mudah melakukan kesalahan. Inilah yang menjadi ketakutan saya. Takut dipandang baik oleh manusia, tapi buruk dalam pandangan Allah. Biarlah buruk dalam pandangan manusia, asal baik dalam pandangan Allah.
Mungkin banyak hal yang baik disukai Allah dalam diri almarhum Tengku Zulkarnain, yang luput dari pandangan kita. Atau bisa jadi Allah jadikan Tengku Zulkarnain sebagai perantara untuk menggoda keimanan kita.
Terlepas dari itu semua, ada baiknya tidak mudah menilai baik buruknya seseorang, karena pandangan kita bisa saja salah. Tidak semua yang kita lihat seperti itu adanya. Banyak Misteri Allah yang tidak kita ketahui. Hidup memang harus dijalankan dengan penuh kebaikan, agar akhir hidup pun dijalan kebaikan.
Kebencian terhadap orang lain memang harus ada takarannya. Allah sangat tidak menyukai hal-hal yang berlebihan. Bahkan mencintai atau menyukai seseorang pun tidak boleh berlebihan, tetaplah dalam batas yang sewajarnya.










