
20. Jalan-jalan di Tengah Alam Terbuka
Ini adalah salah satu cara untuk melihat dunia lain, dunia yang mungkin tidak Anda temukan dikeseharian, ditengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Cara ini akan menyegarkan pikiran dan membuka pikiran Anda.
Saat berjalan di luar rumah, kamu dapat mengetahui bahwa segalanya terasa berbeda. Udara yang mengenai kulit, paru-paru menghirup oksigen segar, semuanya akan terasa berbeda. Itu karena energi di luar rumah berbeda.
Pikiran dan tubuh perlu di ‘refresh’ di tengah alam terbuka, banyak yang dilihat dan didengar. Terutama suara-suara alam di tengah udara yang sejuk, Anda menggerakkan tubuh dengan berjalan kaki, mendaki dan menuruni bukit.
Dari tindakan ini Anda akan banyak menemukan hal baru, yang sama sekali tidak pernah Anda temukan di dalam gedung diantara menara pencakar langit. Dan ini sama sekali berbeda dengan keseharian Anda. Itulah yang dibutuhkan saat Anda sedang ingin menghargai diri Anda.
Ketahuilah, tubuh Anda juga butuh disuguhkan hal-hal yang baru, perlu dimanjakan seperti halnya Anda memanjakan orang lain dengan kepandaian dan kecakapan yang Anda miliki. Ini juga merupakan cara untuk menjaga kesehatan tubuh.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS mengungkapkan, berjalan-jalan di alam terbuka hijau dapat mengurangi stres, rasa cemas, dan depresi. Selain itu, dapat membuat orang berhenti mengulang pikiran negatif.
Penelitian ini dilakukan terhadap 19 orang yang diminta berjalan kaki di alam terbuka selama 90 menit. Kemudian, berjalan kaki selama 90 menit di lingkungan perkotaan.
Mereka sebelumnya telah memberi tahu kondisi mentalnya melalui kuisioner sebelum berjalan kaki. Peneliti kemudian mengamati otak mereka.
5 manfaat berjalan-jalan di tengah alam terbuka bagi tubuh yang harus Anda ketahui:
• Bikin suasana hati lebik baik
Menghirup udara segar dapat meningkatkan kadar oksigen di otak Anda, yang pada gilirannya meningkatkan kadar serotonin, neurotransmitter yang mengubah suasana hati Anda.
Selain itu, berolahraga di luar ruangan seperti hiking, berlari, bersepeda, dan kayak juga dapat meningkatkan produksi endorfin. Seperti serotonin, neurotransmiter ini adalah penguat suasana hati.
Mereka menciptakan sensasi yang sering disebut sebagai “runner’s high”. Tingkat endorfin yang lebih tinggi dapat membuat Anda merasa tenang dan berpikiran jernih
• Turunkan resiko depresi
Sebuah studi Universitas Stanford menemukan bahwa berjalan di alam dapat menurunkan risiko Depresi.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang berjalan selama 90 menit di area alami, dibandingkan dengan mereka yang berjalan di lingkungan perkotaan dengan lalu lintas padat, menunjukkan penurunan aktivitas di bagian otak yang terkait dengan depresi.
Penelitian menunjukkan bahwa perjalanan mandi di hutan dapat secara signifikan mengurangi kecemasan, depresi dan kemarahan, di antara manfaat lainnya
• Mengurangi stres di tempat kerja
Sebuah penelitian di Korea Selatan menemukan bahwa hanya dengan melihat hutan dari jendela kantor dapat meningkatkan kepuasan kerja dan menurunkan stres pada hari kerja
Aktivitas luar ruangan yang menyenangkan menawarkan lebih dari sekedar manfaat kesehatan mental.
Dengan ruang terbuka lebar, udara segar, berada di luar rumah juga memiliki beberapa keuntungan serius.
Menurut Mindbodygreen, menghabiskan waktu di alam dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres, serta tekanan darah dan membantu memacu produksi Vitamin D dalam tubuh.
Namun, di luar manfaat yang terbukti secara ilmiah ini, menghabiskan waktu di luar juga memiliki komponen penyembuhan metafisik yang melibatkan frekuensi.
• Membantu tidur Anda lebih nyenyak
Selain mempengaruhi neurotransmitter seperti serotonin dan endorfin, yang membantu Anda rileks, berada di luar ruangan membuat Anda terpapar cahaya alami. Paparan cahaya, mempengaruhi hormon melatonin.
Saat kita berada di bawah sinar matahari, melatonin di tubuh kita berkurang. Ini membantu kita bangun di pagi hari. Dengan tidak adanya sinar matahari, tingkat melatonin kita meningkat, membuat kita mengantuk atau lesu.
Mendapatkan sinar matahari pada waktu yang tepat dapat membuat tidur malam lebih nyenyak. Selain itu, vitamin D yang didapat tubuh Anda dari sinar matahari, juga berperan dalam suasana hati dan relaksasi
• Berikan waktu istirahat bagi otak
Sebuah studi oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin menemukan bahwa menghabiskan waktu di alam membantu orang menghilangkan stres, membuat pikiran lebih rileks dan menyegarkan. Ini memberi otak seperti tubuh kita kesempatan untuk bersantai.
Meskipun waktu Anda terbatas, cobalah untuk berjalan-jalan singkat di luar ruangan pada awal atau akhir hari Anda, atau selama istirahat makan siang Anda. Dan pertimbangkan untuk mengubah kebiasaan Anda.
Daripada meraih ponsel atau remote TV di rumah, kunjungi taman atau destinasi alam terdekat. Pikiran dan jiwa Anda akan berterima kasih.
Setiap kota di Indonesia memiliki taman dan alam terbuka yang bisa Anda manfaatkan. Karena situasi pandemi, ingatkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Sumber:
1. Liputan6.com
2. m.medcom.id















