
6. Menghilangkan Rasa Persaingan
Sebetulnya, ada rasa persaingan itu secara positif akan memotivasi untuk mencapai prestasi. Tapi, jika rasa persaingan itu terlalu mendominasi pikiran, eksesnya malah bisa menjadi negatif.
Kalau hidup bertetangga atau berada dalam satu komunitas, Anda selalu melihat dan membandingkan diri dengan orang lain. Kalau outputnya positif tidaklah menjadi masalah.
Tetapi, jika terseban itu akhirnya Anda berusaha untuk memaksakan diri agar seperti orang lain, maka upaya Anda menghargai dan menghormati diri sendiri sudah gagal. Anda tidak mengenal diri sendiri, tidak bisa mengukur kapasitas yang Anda miliki.
Bijaksanalah pada diri sendiri, tetaplah menjadi diri sendiri. Biarlah orang lain meraih impian sesuai dengan kemampuannya. Bukan berarti Anda tidak berhak untuk lebih maju. Selama ukurannya adalah kemampuan Anda sendiri, apa yang dilakukan sah-sah saja.
Hiduplah secara terukur dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, jauhkan rasa persaingan yang tujuannya untuk seperti orang lain.
Anda adalah seperti yang Anda kenal sendiri, yang Anda anggap spesial dan penuh kelebihan. Dengan semua itulah Anda hidup dan mengubah masa depan. Bukanlah dengan cara yang yang dilakukan orang lain.
5 tahap yang harus Anda lakukan untuk menghilangkan rasa persaingan yang tidak ada manfaatnya tersebut:
• Cari Penyebab Perilaku Membandingkan
Kenalilah cara Anda memandang diri sendiri, Langkah pertama agar Anda bisa mengubah cara memandang diri sendiri adalah dengan menyadarinya.
Jika tidak, Anda sulit menerima bahwa cara pandang Anda bermasalah. Adanya komitmen Anda untuk berubah akan sangat mendukung sebab mengubah pola pikir bukanlah hal yang mudah.
Namun, setelah Anda menyadari bahwa ada perilaku yang harus diubah, proses ini akan menjadi lebih mudah. Mulailah dengan membagi rencana ini menjadi beberapa target yang bisa Anda capai.
Selain itu, kenalilah cara Anda menghargai diri sendiri. Ini tidak kalah penting, karena dengan begitu Anda tahu harga diri Anda. Melakukan hal yang merusak harga diri, adalah tindakan yang tidak menguntungkan.
• Hargailah Apa yang Anda Miliki
Setelah menyadari bahwa tidak ada gunanya membandingkan diri sendiri dengan orang lain, Anda akan mencari ukuran kesuksesan yang lain.
Dengan menumbuhkan dan mengungkapkan rasa syukur atas apa yang Anda miliki, perhatian Anda yang selama ini terarah kepada orang lain akan beralih kepada diri sendiri.
Anda bisa mengingatkan diri sendiri tentang apa yang sudah Anda miliki, melihat lagi apa saja yang selama ini Anda abaikan, dan menghargai nya. Syukurilah apa yang sudah Anda miliki. Banggalah terhadap diri sendiri atas semua itu.
Ini adalah cara terbaik agar tidak lagi membandingkan diri Anda dengan pencapaian orang lain. Menyadari bahwa, membandingkan diri sendiri dengan orang lain bukanlah sesuatu yang positif.
• Singkirkan Pola Pikir Membandingkan
Setelah menyadari bahwa membandingkan diri sendiri dengan orang lain tidak ada manfaatnya, maka Anda harus singkirkan pola pikir membandingkan.
Pahamilah proses untuk mengubah perilaku dan pola pikir. Tentunya hal ini juga cukup memakan waktu, dan tidak mudah. Tapi, yang perlu disadari proses ini sangatlah penting untuk dilalui.
Kalau Anda terbiasa mengidolakan atau mengagumi seseorang yang sangat mempengaruhi Anda, maka perilaku itu harus Anda hilangkan.
Selain itu, Anda hanya mau melihat sisi positif yang di idolakan dan menolak karakteristik lain yang tidak disukai. Dengan begitu Anda sudah mampu untuk bersikap bijaksana terhadap diri sendiri.
• Kembali Pada Tujuan Diri Sendiri
Setelah sekian jauh berproses untuk menghargai diri sendiri, maka kembalilah pada tujuan semula. Hindari hal-hal yang bisa merusak tujuan tersebut.
Membandingkan diri sendiri dengan orang lain akan merusak tujuan Anda. Yang terjadi pada akhirnya nanti Anda tidak lagi menghargai diri sendiri, karena Anda identik dengan orang lain.
Menjadi pribadi yang otentik adalah cara membangun personality Anda. Dengan menjadi diri sendiri, bukanlah duplikasi dari lain. Itulah cara untuk menghargai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
Ketika Anda sudah menghargai diri sendiri, maka dengan mudah Anda akan dihargai orang lain. Kepribadian yang Anda miliki adalah magnet pesona dari diri Anda sendiri.
Catatlah progresnya agar Anda bisa mengukur sudah seberapa jauh pencapaian yang Anda raih. Cara ini akan membuat Anda terfokus kepada diri sendiri, bukan kepada orang lain.
. “Kamu tidak akan pernah melakukan apa pun di dunia ini tanpa keberanian. Itu adalah kualitas pikiran terbaik di samping kehormatan.” – Aristoteles
• Gunakanlah Media dengan Bijak
Media daring dan media sosial mempunyai pengaruh cukup besar, terutama pengaruh buruk yang ditimbulkannya. Umumnya pengguna media sosial memanfaatkannya untuk mempresentasikan dirinya.
Apa yang disajikan cenderung memperlihatkan sisi Glamour kehidupannya. Terlebih lagi seorang publik pigur, semua gaya hidupnya yang ditampilkan cenderung akan ditiru.
Kalau Anda membandingkan diri dengan yang seperti itu, dan mengikuti gaya hidupnya secara habis-habisan, maka Anda akan kehilangan kepribadian dan tidak menjadi diri sendiri.
Gaya hidup hedonis kalau bukan bagian dari kepribadian Anda, maka tidak perlu ditiru. Itulah pentingnya mengenal diri sendiri, agar Anda tidak kehilangan kepribadian.
Tidak perlu menjadi pengekor, jadilah penginspirasi bagi orang lain. Dengan demikian kepribadian Anda akan menjadi panutan bagi orang lain.
Jangan buang waktu sia-sia di media sosial atau media daring. Bijaklah dalam menggunakan media, baik media daring ataupun media sosial.














