Menulis dengan Gaya Story Telling

Gaya Hidup, Hobi, Media, YPTD849 Dilihat

Menulis dengan Gaya Story Telling

Menyampaikan gagasan pemikiran dengan teknik bercerita (Story Telling) sangatlah asyik. Bagi saya ini merupakan sebuah cara menulis yang tidak memberikan kesan menggurui, tapi lebih memberikan inspirasi bagi penikmat tulisan.

Beberapa artikel saya yang ditulis dengan teknik Story Telling lebih disukai pembaca, tenimbang tulisan yang serius meskipun penuh motivasi. Story Telling pada umumnya ‘inspiratif’, karena penyampaiannya seperti bertutur, sehingga pembaca larut dalam menikmati cerita, dan apa yang disampaikan sangat mengenal dihati.

Tapi memang tidak semua ide bisa dituangkan dengan gaya Story Telling, namun menyampaikan opini bisa lebih efektif dengan cara ini. Itulah kenapa tulisan Dahlan Iskan yang diposting di Disway banyak dinikmati, karena apa yang dituangkan sangat mengena di hati.

Tidak mudah memang menulis dengan teknik Story Telling, namun harus dimulai dan dibiasakan. Cerita tentang pengalaman mungkin bisa disampaikan dengan teknik ini, dan biasanya disamping ingin mengetahui isi dari pengalaman tersebut, pembaca juga ingin tahu apa inspirasi yang terkandung dalam tulisan tersebut.

Dalam dunia media, ada yang dinamakan Hardnews, straight news, tapi ada juga News Feature. Nah News Feature ini gaya penyampaiannya lebih kepada Story Telling, karena isinya secara umum merupakan cerita dibalik sebuah berita. Kepiawaian awak media mengolah News Feature inilah yang memberikan nilai pada apa yang disampaikan.

“A feature story is a creative, sometimes subjective, an article designed primarily to entertain and to inform readers of an event, a situation or an aspect of life”

(Daniel Williamson, Feature Writing for Newspaper, Hastings House Daytrips Publishers, 1975)

Secara bebas, gambaran dari pernyataan Williamson bisa kita artikan antara lain seperti ini:

Kreatif: memberikan ruang kreatif bagi penulisnya dalam menyampaikan informasi; yang kemudian penulis feature misalnya memakai gaya bertutur seorang storyteller

Subjektif: proses penyusunan dan pemilihan informasi mana yang menarik atau penting diserahkan kepada penulis. Demikian pula dalam menentukan sudut (angle) penulisan

Menghibur: memberikan kesenangan kepada audiens karena tulisan feature dibawakan bak sebuah cerita. Tulisan feature relatif awet. Bisa kapan saja dinikmati; tidak terlalu terikat aktualitas

Informatif: hasil akhir tulisan memberikan pemahaman kepada audiens karena kelengkapan deskripsi dan kedalaman

Human interest: menyentuh relung kemanusian/minat insani menggugah kondisi emosi audiens. Dari sedih hingga senang, dari lesu sampai bergairah; mengangkat banyak hal yang mungkin luput dalam kehidupan sehari-hari. (Grid.co.id)

Secara umum feature bermuatan Human interest, sehingga apa yang disajikan sangat inspiratif, dan menyentuh relung hati pembacanya.

Pemimpin Redaksi Koran Tempo, Budi Setyarso, menyampaikan beberapa tips tentang bagaimana bercerita dengan tulisan. Menurutnya, bentuk tulisan ada dua macam yakni straigth news dan news feature.

Publik bisa mengetahui peristiwa yang terjadi dengan membaca straight news. Sementara news feature adalah cerita tentang latar belakang peristiwa atau kejadian.

Budi mencontohkan, news feature seperti tentang apa alasan di balik seorang menteri diberhentikan, apakah karena kinerja ataukah lantaran politik.

Sebuah feature atau storytelling yang ditulis dengan baik akan menyentuh perasaan pembacanya. “Jadi menulis news feature itu tak berbeda dengan bercerita,” kata Budi dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 7 Juni 2020. (Tempo.co)

Anda tertarik menulis dengan gaya Story Telling?

Ajinatha

Tinggalkan Balasan