Saya akan menceritakan sedikit tentang Saya. Nama Saya Anindita Siti Maulina, Saya lahir di Jakarta pada tanggal 28 mei 2003, Saya berasal dari Jawa (Ibu) dan Padang (Bapak), Saya anak ke 3 dari 3 bersaudara.
Sebelumnya Saya akan menjelaskan apa itu cita cita…
Cita cita merupakan harapan dan juga motivasi untuk mencapai target hidup. tetapi cita-cita impian, yang tidak harus selalu terwujud. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) adalah keinginan yang selalu ada di dalam pikiran.
Nah berbicara tentang cita cita, Cita cita Saya sangat tidak Spesifik. Ketika SD Saya ditanya “Cita cita kamu apa?” Saya pasti akan menjawab “Pramugari” tetapi seiring berjalannya waktu Cita cita saya bertambah yaitu menjadi “Pramugari dan Penari go International”. Mengapa Penari? Kebetulan Saya dari kecil sudah mengikuti sebuah Sanggar Tari Tradisional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Saya sudah sering tampil menari disebuah acara, seperti sambutan Gubernur Kalimantan Selatan yang berkunjung ke DKI Jakart, Acara HUT RI di Istana Negara di depan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono… sebuah kehormatan besar bisa tampil menari di depan Bapak Presiden. Lalu ketika Saya duduk di bangku SMP Saya sudah tidak bercita cita menjadi Pramugari, Cita cita Saya menjadi “Penari go International dan Relawan”, Mengapa Relawan? karena Saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan pastinya karena ingin membantu sesama. Tetapi ada halangan untuk menjadi Relawan, karena keterbatasan pengetahuan tentang Relawan.. seperti “Bagaimana cara menjadi Relawan? Apakah Saya harus menjadi Orang Pinter? atau harus menjadi orang kaya terlebih dahulu agar menjadi Relawan?”. Akhirnya di bangku SMP Saya mengurungkan niat untuk menjadi Relawan, tetapi tetap bercita cita menjadi “Penari go International”.
Pada 2018 Saya sudah menduduki bangku SMA, di SMA ternyata Cita cita Saya bertambah lagi menjadi “Penari go International dan Polwan”… Mengapa Polwan? karena itu adalah cita cita ibu Saya yang ternyata sampai hari ini pun tidak terwujud. Saya mempunyai 2 kakak perempuan dan mereka tidak bisa meneruskan cita cita ibu saya yang tidak terwujud itu. Kedua kakak Saya termasuk Saya ingin melanjutkan cita cita Ibu Saya adalah keinginan sendiri tanpa Paksaan dari Ibu saya, tetapi kedua kakak Saya gagal di bidang kesehatan, Kakak Saya memiliki ketahanan tubuh yang lemah (sering pingsan, gampang lelah). tetapi pada akhirnya Saya tidak mendaftar menjadi Polwan karena tinggi badan Saya kurang, dan mengurungkan Cita cita Saya menjadi Polwan.
Di SMA Cita cita Saya tetap menjadi “Penari go International”. Hingga suatu ketika di tahun 2020 ada sebuah wabah yang kita kenal dengan nama Covid – 19 yang merubah sudut pandang Saya untuk menjadi Penari go International. Karena yang tadinya Saya Tampil nari kesana kemari, diluar maupun didalam kota karena wabah Covid – 19 terpaksa Saya tidak bisa tampil menari lagi. Akhirnya Saya pikir menjadi Penari bukan sebuah pekerjaan yang tetap untuk masa depan. Akhirnya ketika Saya kelas 12 Saya mengenal dunia Kesehatan. Saya sangat tertarik ke dunia Kesehatan, karena Saya jurusan IPS… tidak bisa menjadi dokter, akhirnya Saya memutuskan untuk menjadi Perawat.
Ketika lulus SMA, Saya mendaftar di Akademi Keperawatan Polri Jakarta (AKPJ) yaitu Kampus Saya sekarang… Semoga Saya bisa menjalankan Pendidikan di Akper Polri dengan baik agar bisa menjadi Perawat yang baik dan benar. Semoga cita cita Saya sebagai Perawat bisa Terwujud. Aamiin!









