Oleh : Ardiansyah
Belajar karate adalah belajar berkehidupan, ada dua puluh jalan hidup (Niju Kun) yang dikenalkan oleh Master Gichin Funakoshi sebagai dedikasi beliau yang tinggi, yang bukan hanya terfokus pada kemajuan karate tetapi juga karena keyakinannya untuk mengarahkan kepribadian seseorang atau individu kepada hal yang tidak merugikan / merusak diri sendiri maupun orang lain sehingga tercipta kedamaian dan saling menghargai, baik sesama karate-ka maupun masyarakat lainnya.
Niju kun yang pertama berbunyi “Karate-do wa rei ni hajimari rei ni owaru koto a wasaru na” yang artinya karate dimulai dengan menghormat dan diakhiri dengan menghormat
Inilah sebabnya, tradisi karate diawali dengan hormat (Rei) dan doa. Ketika karateka bertemu, meraka akan saling menghormat dengan membungkukkan badan. Latihan dan pertandinganpun diawali dan diakhiri dengan saling hormat. Sehingga setelah latihan maupun pertandingan tidak ada lagi kedengkian yang muncul dan lawan di arena pertandingan pun menjadi kawan diluar arena
Dalam berlatih karate sangat ditekankan untuk menanamkan rasa saling menghormati. Baik antara sesama karateka, antara junior ke senior maupun sebaliknya. Dan pada kehidupan sehari-hari, hormat menghormati adalah hal yang harus diterapkan untuk mencipatakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dengan memulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.
Dengan bersikap saling menghormati kita akan berusaha untuk menjaga ucapan kita, karena dari sinilah yang paling sering terjadi perselisihan. Saling menghormati bisa dibangun dengan pengertian dan kebajikan, bukan dengan cara – cara yang keras dan negatif. Menghargai orang lain juga harus diaplikasikan dalam dunia kerja, jika ada yang berbeda pendapat, maka hargailah, karena mungkin dia memiliki cara yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama untuk memajukan perusahaan.
Dalam kehidupan sehari-hari sebagai Muslim yang berakhlak baik harus menerapkan sikap mulia yaitu menghargai dan menghormati orang lain. Karena dengan menerapkan hal tersebut merupakan salah satu upaya menghargai dan menghormati diri sendiri. Misalnya dengan mengaplikasikan 3S, yaitu Senyum, Salam, Sapa. Jika kita melakukan 3S dengan orang lain, maka orang lain pun akan melakukan hal yang sama dengan kita
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR Ahmad)
Hadits tersebut mengingatkan pentingnya menghormati orang lain, muda ataupun tua, karena semua orang wajib dihormati. Maka dari itu mari kita aplikasikan akhlak mulia ini dalam kehidupan kita sehari – hari .
Osu ….














