Namaku Aisyah Nurulhuda, Ayah dan Ibu memanggil aku Ais begitu juga dengan teman – temanku. Aku meninggalkan tanah kelahiranku karena cintaku yang bertepuk sebelah tanggan. Aku menguatkan hati untuk pergi Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Meraih Asa di Kota Gudeg (part 1)
Gengaman tangan ibu aku lepaskan, aku tahu ibu tidak rela dengan kepergianku. Hanya alasan klise yang biasa aku berikan kepada ibu, kota yogya tempat yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Selengkapnya
Aku Pergi (part 4)
Ku buka mataku, cahaya yang menyilaukan membuat aku menutup kembali mataku “Sayang Kamu sudah sadar?” aku mendengar suara Bang Rifai dan sentuhan tangannya mengelus kepalaku “Apanya yang sakit? Bang Rifai Selengkapnya
Aku Pergi (part 3)
Setelah sholat isya’ berjamah kami, Aku, Ayah dan Ibu duduk diruang tengah. Tempat dimana kami selalu berkumpul sebelum aku menikah hanya kurang Shakila adik bungsuku. “Bulan depan ada yang meminang Selengkapnya
Aku Pergi (part 2)
“Assalamualaikum.” Aku memberikan salam kepada tamu yang datang dan melemparkan senyum manis kepadanya. “waalaikumsallam” Jawabnya, masih muda, cantik tapi ada yang tidak biasa dengannya, ya perutnya besar sepertinya sedang hamil. Selengkapnya
Aku Pergi (part 1)
Memandang jauh ke depan, roda mobil terus berputar sejak 1 jam lalu aku meninggalkan rumah. Entahlah aku tidak tahu, tempat yang selama ini aku diami bisa di sebut dengan rumah. Selengkapnya
Indah Pada Waktunya (2)
Setelah membayar ongkos kepada sopir taxi yang sudah berbaik hati mengantarku pulang, terpaksa senyum kecut yang kuhadiahkan kepada sopir sebelum aku melangkah masuk ke dalam neraka rumah tanggaku. Benar saja, Selengkapnya
Indah Pada Waktunya (1)
Bukankah keturunan itu hak prerogatif Yang maha kuasa, tapi masih saja dipertanyakan oleh manusia. Aku tidak bisa membendung airmata yang sudah penuh dan tak dapat aku tahan untuk membuat aliran Selengkapnya
Dua Hati
Pernikahan dan rumah tangga butuh pengorbanan dalam menjalaninya, banyak onak dan duri tidak sebanding dengan rasa bahagia yang akan dinikmatinya. Semua itu butuh dua pasang hati manusia yang berjenis kelamin Selengkapnya
If I (3)
“Masuk” sahut suara dari dalam. Aku membuka pintu, melihat sejenak ke dalam. Sosok itu duduk dengan tenangnya di kursi kebesaranya, sungguh pemandangan yang indah. “Masuk, jangan hanya melihat dari pintu Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











