“ Kenapa diam? Cahaya marah kepada Indra sejak tadi cahaya hanya diam saja. atau kita kesuatu tempat dulu untuk berbicara. Aku tahu pasti ada keraguan di hati Cahaya tentang keseriusanku Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 7)
Ibu memandang ke arah pintu, melihat siapa yang datang Ibu berseru “ ternyata menantu Ibu yang datang, ayo kesini duduk di samping Ibu.” Aku melihat Ibu melambaikan tangan kea rah Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 6)
Teleponku bergetar tanda ada panggilan masuk. Aku mengambil handphone dari saku celanaku, melihat ke layar handphone. “ Cahaya “Pucuk di cita ulampun tiba ternyata yang meneleponku adalah Cahaya, aku seperti Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 5)
Mobil aku parkirkan di depan rumah, tidak seperti biasanya Ibu tidak terlihat menyiram kebun bunga yang selalu dirawatnya. Aku mengucapkan salam, salamku juga tidak di jawab Ibu, akhirnya bergegas masuk Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 4)
“ Amit – amit cabang bayi, aku masih normal Andi hanya saja belum ada wanita yang membuatku terpesona itu saja.” Sebentar tadi aku menwhatsaap andi mengatakan bahwa ada wanita yang Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 3)
Sambil bersiul aku keluar dari kamar mandi, malam tadi tidurku nyenyak sekali tidak seperti malam – malam sebelumnya selalu gelisah memikirkan bagaiman aku harus memenuihi harapan Ibu untuk segera menikah. Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 2)
Jam sudah menunjukkan pukul 17.30 ketika mobilku sampai di rumah, Ibu sedang menyiram taman bunganya sambil mengalihkan padangannya dari bunga melihat kedatanganku. Belum sempat ibu berkata apa – apa, aku Selengkapnya
Maafkan Aku Membuatmu Derita (part 1)
Cerpen ini merupakan lanjutan dari cerpen Awal Deritaku, semoga pembaca terhibur membacanya. Aku, Indra lajang umur baru masuk 30 tahun tapi ibu sudah sangat ribut memintaku untuk segera menikah, alasan Selengkapnya
Awal Deritaku (part akhir)
Pandanganku jauh memandang laut lepas sesekali ombak memecah pantai, aku duduk sendiri di sini. Ya pantai menjadi tempat pelarian jika sedih dan gelisah melanda. Aku hanya mau memandang laut lepas, Selengkapnya
Awal Deritaku (part 21)
Baru saja aku terlelap dikursi dekat ruang ICU, aku terbangun ketika tangan seseorang menyentuh bahuku. Membuka mata dan melihat adikku Azhar di depanku. “ Ibu bagaimana? “ Ibu baik – Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




