Terkukung di antara diding empat segi, mungkin hanya beberapa orang yang merasakannya. Aku ada di dalamnya, duniaku sempit dan sangat menyiksa. Aku mendengar suara dan melihat cahaya di celah – Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Merpati Tua tidak Sepasang
Berjalan menyusuri jalan menuju tempat pemberhentian bus yang tidak jauh dari rumah. Sudah hampir beberapa pekan ini aku terpaksa berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. Suamiku yang dulu berjanji akan Selengkapnya
Hati, Mendua Miliknya.(Part2)
Senyum culasmu, dengan pongah berkata “Anak Ayah, baru juga sebentar tidak ketemu sudah segunung rindunya.” Aku hanya tersenyum kecut, pandainya kau bersandiwara, seakan kau Ayah yang paling ada untuk buah Selengkapnya
Hati, Mendua Miliknya. (part 1)
Perlahan tapi pasti, semuanya mulai berubah. Akhirnya aku tidak tahan lagi, jika kau mau mendua hati jangan hatiku yang kau sakiti. Lelah sudah lelah aku bertahan, bagimana tidak dari semua Selengkapnya
Lembayung Berakhir (part 2)
Suara azan subuh berkumandang, aku mengerakkan tubuhku yang kaku. Selalu seperti ini aku tertidur menemaninya tidur disofa. Aku mengerakkan badanku yang kaku akibat tidur duduk menemani suamiku, apakah dia tahu Selengkapnya
Lembayung Berakhir (part 1)
Ku tadahkan kedua tangan, memohon dalam dua pertiga malam-Mu. Tidak ada lagi daya upayu selain hanya berpasrah kepada-Nya. Sudah berulang kali aku memohon, tak lelah sampai aku merasakan airmataku Selengkapnya
Mata Keempat(part 3)
“Maaf…Abang khilaf.” Suaranya bagai belati yang menusuk jantungku “Abang sumpah tidak ada wanita lain, abang hanya main game di warnet anwar, entahlah sudah 3 bulan ini abang seperti kesetanan main Selengkapnya
Mata Keempat (part 2)
Suara mobil memasuki pekarang rumah, aku menanti kepulangan suamiku dengan seribu pertanyaan. Aku melirik jam dinding, jarum pendeknya menunjukkan pukul 12 malam, hatiku dingin sedingin mala mini. Langkah mendekati pintu Selengkapnya
Mata Keempat
Mata adalah pancaran hati, aku melihat ada cinta yang membahana disana untukku dulu, setelah berjalanan waktu aku tahu ada yang berubah dari mata itu. aku menghembus napas berat, ada bongkahan Selengkapnya
Ayahnda Kami
Setelah siang jam 14.00 mengantar Ayahnda kerumah sakit, dengan catatan jika panasnya tidak turun makan tanggal 18 April 2021, minggu dengan sangat terpaksa Ayahnda harus diopname. Semoga tidak sampai diopname. Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








