Manisan Rindu

Manisan Rindu   Hari-hari terasa begitu lama. Aku  rindu akan hangatnya tubuh mungil bayiku. Sejak kelahiranya aku hanya sekali memeluk tubuh mungilnya.  Tiap senja tampakkan jingganya, di situ hati makin

Berlatih Berkurban

Berlatih Berkurban Bulan Dulhijah telah tiba, Ibu guru mengingatkan siswanya untuk melaksanakan amalan-amalan yang baik dilaksanakan di bulan Dulhijah. Amalam yang di anjurkan untuk di laksanakan di bulan Dulhijah adalah

Rindu Hadirmu

Rindu Hadirmu Hujan selalu berhasil memaksaku untuk mengingatmu. Rintiknya mampu mengantarkanku pada masa dimana saat itu kita harus berpisah. Aku tau kau pergi untuk kembali. Rasa yang membuat kita yakin

Jiwaku Memanggilmu

Jiwaku Memanggilmu Suara anak-anak bermain di jalanan dekat sekolah  terdengar begitu asik dan bahagia mereka bercengkrama bersama. Padahal sekarang harusnya ada pembelajaran walaupun hanya lewat daring. Di sekolah kami hanya

Penantian

Penantian Suara adzan maghrib terdengar merdu dari mushola dekat rumahku. Segera kututup candela dan kuletakkan hand phone yang sedari tadi masih dalam genggamanku. Berharap Mas  Angga masih bisa menghubungiku setelah

Maafkan Mama, Nak

Maafkan Mama Nak Anak adalah harapan, tabungan kita kelak di akhirat. Jangan sampai lewatkan masa emas bersamanya. Satu bentakan  membuat beribu sel saraf mereka rusak. Lelah capek yang kita rasa

Buah Kerjasama

Buah Kerjasama   Ulangan Akhir Semester telah usai, class meeting akan segera di laksanakan. Hal itu disambut antusias oleh seluruh siswa di kelas masing-masing Segala persiapan dilakukan untuk pelaksanaan class

Lelahku Hilang

LELAHKU HILANG Bismilahi tawakaltu ‘alallahi lahaula wala kuata ilabilahil aliyiladziim… doa keluar rumah aku panjatkan setelah kegiatan rutin pagi ku bereskan dapur dan juga persiapkan kebutuhan anak-anak untuk ke sekolah.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.