Membelah Hujan

  Membelah Hujan Tung Widut   Adan berkumandang Menerobos rintik hujan sejah seharian   Seorang nenek menjalan menyibak air jatuh Setengah berlari terseok menuju masjid Berpayung  daun pisang Mukena putih

Semangat Belajar

Semangat Belajar Tung Widut   Lampu mulai menyala Lembar demi lembar buku di buka Terlihat gambar dan beberapa kata Menyertai di bawahnya   Mengeja awal belajar Berusaha mengucap kata asing

Lupa

Kabut Pagi Tung Widut   Temaram menyelimuti alam Terbalut dingin dari titik air Menempel pada dada saat penjalanan Kabut menghias pandangan   Lampu jalanan nan sendu Menyabut dengan rasa yang

Kabut Pagi

Kabut Pagi Tung Widut   Temaram menyelimuti alam Terbalut dingin dari titik air Menempel pada dada saat penjalanan Kabut menghias pandangan   Lampu jalanan nan sendu Menyabut dengan rasa yang

Pertemuan

Pertemuan Tung Widut   Sebuah pertemuan Berkumpul bersama teman sejawat Sejajar dalan pekerjaan   Membahas tentang kita Kita dalam kesempakatan Jangan pernah ingkar Kwajiban harus dilakukan   Pertemuan kali ini

Mawar Saat Badai

  Mawar  Saat Badai Tung Widut   Angin bertiup kencang Menggoyangkan setangkai mawar merah Berdiri tegak diantara dedaunan Bergoyang hebat   Berlindung di bawah reribunan Berdoa agar tangkai tak patah

Bayangmu

  Bayangmu Tung Widut   Semilir angin berhembus Pada alam hijau yang indah Seindah senyumu saat bertemu Hatiku bergetar melihatmu   Rasanya serasa di surga saat-saat bersamamu Semua serasa indah

Jerit Anak Ayam

Jerit Anak Ayam Tung Widut   Malam larut Hitam pekat Hanya suara binatang malam Terus menyanyi memecah kesunyian   Terdengar  jerit anak ayam Jauh dalam kandang Diikuti induk bersuara Keras

Hujan Seharian

  Hujan Seharian Tung Widut   Mendung menggantung Menyambut pagi yang dingin Tanpa sinar mentari   Rintik mulai datang Perlahan menghapus kegiatan Hanya di dalam rumah   Reda sebentar Pekerja

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.