SERPIHAN CERMIN RETAK 7

SERPIHAN CERMIN RETAK 7 Tung Widut “Ada apa? Kok cemberut banget? Yuandra diam tanpa menjawab sepatah katapun.  Bahkan pandangannya kosong masih menghiasi mata cantiknya. Pak Carlos memandangi amplop putih yang

SERPIHAN CERMIN RETAK 6

SERPIHAN CERMIN RETAK 6 Tung Widut Perlahan dia pun meninggalkan Yuandra yang berdiri mematung di antara ramainya pengunjung mall.   Jam Sembilan tepat. Para pengunjung satu persatu meninggalkan mall. Para

SERPIHAN CERMIN RETAK 5

SERPIHAN CERMIN RETAK 5 Tung Widut Pak Carlos yang sejak tadi berdiri di samping mamanya sangat terpesona melihat Yuandra menawarkan barang. Dipandanginya wajah Yuandra dan semua gerak-geriknya. Tak terlewatkan sedetikpun.

SERPIHAN CERMIN RETAK 4

  SERPIHAN CERMIN RETAK 4 Tung Widut Semakin hari rasa penasaran kepada Yuandra semakin dalam.  Meninggalkan rasa playboynya kepada gadis-gadis lain. Selera makan pun menjadi menurun. Pkirannya selalu dipenuhi Yuandra,

SERPIHAN CERMIN RETAK 3

SERPIHAN CERMIN RETAK 3 Tung Widut Wajah Yuandra terlintas di matanya. Wajah manis yang selalu tersenyum Berpenampilan cuek, sangat percaya diri. Seakan-akan dunia miliknya.  Selintas kalau orang belum kenal  akan

SERPIHAN CERMIN RETAK 2

SERPIHAN CERMIN RETAK 2 Tung Widut “Ada apa kau Yuan?” Yuan tak menjawab sepatah kata pun. Hanya diam.  Lelaki itu terburu  mengenakan bajunya. Bergegas meninggalkan tempat tidurnya menghampiri Yuandra.  Dia 

SERPIHAN CERMIN RETAK 1

SERPIHAN CERMIN RETAK 1 Tung Widut   “Maaf,  saya harus segera pergi. Mau kerja,” kata Yuandra. Dia sibak selimut tebal yang  yang berbau harum bermotif harimau. “Oh…..” Katanya  lirih. Dia

TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 16

TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 16 Tung Widut “Bangsat kau Jordi. Kau menghancurkan hidupku kedua kalinya.” Umpatnya sekuat tenaga sambil memukul-mukul dasbor mobil. “Ya Allah.” Kali ini di memejamkan matanya. Nafasnya menderu

TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 15

  TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 15 Tung Widut       “Kamu ingin melanjutkan pembicaraan tempo hari kan?  Maaf aku tunggu kamu di sini,”             Ucapan Nila sambil membalikan badan menyabut

TENTANG PERSELINGKUHAN ITU 14

  Tung Widut   Nila bukan wanita agresif  serendah itu. Bukan.  Diseruputnya kopi hangatnya untuk menghilangkan kepanikan. Dipandangi pesanya kembali. Centang dua hijau. Hati Pras semakin galau. Dia sudah berbuat

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.