Dangdut Lama Tung Widut Irama rancak terdengar Dangdut lama tahun 80 an Seorang tua santai menghadap ke meja Secangkir kopi hitam di diatas meja panjang Dengan rokok tengwe ditengah Selengkapnya
Penulis: Widut
Lantunan Sore
Lantunan Sore Tung Widut Matahari merendah Begitu seharusnya manusia Dikala sinar mulai redup Menunduk pada Tuhan harus semakin nyata Bukan hanya kata Lantunan ayat menyayat hati Wujud tindak Selengkapnya
Tawa Gadis Malam
Tawa Gadis Malam Tung Widut Malam senyap Gulita terlihat dari lubang cendela Malam larut Hanya jengkerik benyanyi nyaring Samar terdengar tawa wanita muda Disela deru motor melaju Selengkapnya
Sudah Waktunya
Tiba Waktunya Tung Widut Umur tak mungkin dihindari Perlahan bertambah setiap detik Setiap waktu Bahkan akan melaju bila hati tak mampu Menyerahkan diri atas kodrat Mulai dari musim Selengkapnya
Bara dalam Gelap
Bara Dalam Gelap Tung Widut Malam gulita Hanya hitam yang ada Cahaya menguning terlihat dalam gelap Api membakar di kejauhan Sisa pembakaran rumput liar pada ladang Bara semakin Selengkapnya
Detak Jantung
Detak Jantung Tung Widut Nafas terengah setiap saat Detak jantung entah berapa kali Sebenarnya keinginan untuk mengetahui Seberapa hari ini Bisa berjalan bila ada Mengetau awal keadaan Rentaku Selengkapnya
Tawa Tengah Malam
Tawa Tengah Malam Tung Widut Terdengar samar tawa Segerombolan lelaki Memecah gerimis malam yang lenggang Dari arah warung kopi Suara riang itu kadang menganggetkan Ketika terjaga belum sepenuhnya Selengkapnya
Semangkuk Kesederhanaan
Semangkok Kesederhaan Tung Widut Semangkuk mie ayam Tersaji tanpa toping Hanya sebuah cakar ayam sebagai teman Bersaos merah merona menakutkan Waktu seakan tak berguna Dilahapnya tanpa kata Sekejam Selengkapnya
Pagi Berkabut
Pagi Berkabut Tung Widut Pagi tanpa matahari Sinar terhalang kabut tebal Menyamarkan hijaunya tumbuhan Dihamparan persawahan Laron terbang berhamburan Dijalanan yang samar Menyambut pengguna jalan Melaju dikejar Selengkapnya
Senja di Pantai Berbatu
Senja di Pantai Berbatu Tung Widut Matahari bersinar temaram Perlahan berpamitan menuju peraduan Cahaya emas berkilau di atas pantai Memberi keagungan sebagai bukti Tuhan memberikan keindahan abadi Angin Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- …
- 91
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


