Cerita di Balik Jendela

Cerita di Balik Jendela Tung Widut   Cerita berawal dari pandangan mata Diurai dalam sapa Pernghargaan bagi sesama   Cerita mulai dari  kabar Masing-masing tak sama Di padu oleh pengalaman

Kupu Kuning di Atas Bukit

Kupu Kuning di Atas Bukit Tung Widut   Kupu Kuning terbang berhamburan Bak hujan rintik-rintik Menguning  di atas atap villa  menghibur mata Menuju telaga berair bening   Kupu-kupu kuning tebang

Diantara Anak Muda

  Diantara Anak Muda Tung Widut   Layar zoom di nyalakan Tujuh puluh wajah terlihat Senyum ceria penuh semangat Para muda usia   Canda khas menandai karya Bukan hanya omong

  Tidur Tanpa Mimpi Tung Widut   Malam tak terasa Mata terpejam Perlahan hembusan nafas teratur Tanpa wajah mu hadir Tanpa suara jengkerik Tanpa  Kokok ayam Entah apa yang terjadi

Rindu

  Sekelumit Melepas Rindu Tung Widut   Rindu terpendam Sampai bulan beberapa kali berputar Terlihat menampakkan cahaya Perlahan menghilang ditelan malam   Rindu terlepas ketika bertemu Beradu Padang saling tersenyum

Prasangka

  Prasangka yang Salah Tung Widut   Prasangka hati Tak mengalami sendiri Tak melihat dengan mata Salah   Prasangka Membuat hati luka Tak seperti kenyataan Hanya prasangka yang tak beralasan

Gundah

Gundah Tung Widut   Tiada tara kala ananda berkata Tentang rasa sedih yang melanda Nasib mencekam karena jalan yang salah Menangis berlinang air mata   Kembali kepangkuan ibunda Jalan pertama

Anak Senja

  Anak Senja Tung Widut   Anak Senja Sore datang Matahari perlahan  turun ke peraduan Mengucapkan selamat tinggal pada pantai Memberi pesan melalui dengan sinar jingga Anak Senja menikmati  

Bulan Sabit

  Bulan Sabit Tung Widut   Senja tiba Terlihat bulan sabit pasi di atas persawahan Mencuri perhatian tatkala langit jingga Melayang di angkasa ikut menikmati senja   Bulan sabit di

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.