Cerita di Balik Jendela Tung Widut Cerita berawal dari pandangan mata Diurai dalam sapa Pernghargaan bagi sesama Cerita mulai dari kabar Masing-masing tak sama Di padu oleh pengalaman Selengkapnya
Penulis: Widut
Kupu Kuning di Atas Bukit
Kupu Kuning di Atas Bukit Tung Widut Kupu Kuning terbang berhamburan Bak hujan rintik-rintik Menguning di atas atap villa menghibur mata Menuju telaga berair bening Kupu-kupu kuning tebang Selengkapnya
Diantara Anak Muda
Diantara Anak Muda Tung Widut Layar zoom di nyalakan Tujuh puluh wajah terlihat Senyum ceria penuh semangat Para muda usia Canda khas menandai karya Bukan hanya omong Selengkapnya
Tidur Tanpa Mimpi Tung Widut Malam tak terasa Mata terpejam Perlahan hembusan nafas teratur Tanpa wajah mu hadir Tanpa suara jengkerik Tanpa Kokok ayam Entah apa yang terjadi Selengkapnya
Rindu
Sekelumit Melepas Rindu Tung Widut Rindu terpendam Sampai bulan beberapa kali berputar Terlihat menampakkan cahaya Perlahan menghilang ditelan malam Rindu terlepas ketika bertemu Beradu Padang saling tersenyum Selengkapnya
Prasangka
Prasangka yang Salah Tung Widut Prasangka hati Tak mengalami sendiri Tak melihat dengan mata Salah Prasangka Membuat hati luka Tak seperti kenyataan Hanya prasangka yang tak beralasan Selengkapnya
Gundah
Gundah Tung Widut Tiada tara kala ananda berkata Tentang rasa sedih yang melanda Nasib mencekam karena jalan yang salah Menangis berlinang air mata Kembali kepangkuan ibunda Jalan pertama Selengkapnya
Gundah Tung Widut Tiada tara kala ananda berkata Tentang rasa sedih yang melanda Nasib mencekam karena jalan yang salah Menangis berlinang air mata Kembali kepangkuan ibunda Jalan pertama yang ada Mencurahkan segala rasa Dengan hiba nan air mata Suara telepon sepatah kata Tak sanggup bercerita secara gamblang Gundah dibuatnya Hati sang bunda seakan terejam Pulanglah nak Kutimang kau seperti waktu kecil Jangan sampai air mata mengalir Jangan sampai sedih mampir Berdoalah sekuat tenaga Agar Allah mengubah cerita Mendengar rintihan hati serasa Setiap detakenjadi kegundahan tak beralasan Benarkah sesedih seperti ditelepon Ataukah hanya keluh karena rindu Ibu menanti kata mu Menunggu sampai memelukmu Tak mau kau meratap 10122023
Gundah Tung Widut Tiada tara kala ananda berkata Tentang rasa sedih yang melanda Nasib mencekam karena jalan yang salah Menangis berlinang air mata Kembali kepangkuan ibunda Jalan pertama Selengkapnya
Anak Senja
Anak Senja Tung Widut Anak Senja Sore datang Matahari perlahan turun ke peraduan Mengucapkan selamat tinggal pada pantai Memberi pesan melalui dengan sinar jingga Anak Senja menikmati Selengkapnya
Bulan Sabit
Bulan Sabit Tung Widut Senja tiba Terlihat bulan sabit pasi di atas persawahan Mencuri perhatian tatkala langit jingga Melayang di angkasa ikut menikmati senja Bulan sabit di Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- …
- 91
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


