Memulai Tung Widut Bangku kerja sudah menunggu Sejak seminggu lalu ditinggal Santai menikmati hari libur yang tetap masuk Kini ancang-ancang berlari harus siap Budaya kerja baru yang menakutkan Tak lagi Selengkapnya
Penulis: Widut
Ekspresi yang Melintas
Ekpresi yang Melintas Tung Widut Kewajaran ada disetiap langkah Dalama gerak yang tak terpikirkan Bila kamera melalang buana Tak sengaja kadang terlihat gambar Yang tak sewajarnya Semula hanya melintas Tak Selengkapnya
Takbir Kedua
Takbir Kedua Tung Widut Kumandang tabir masih menggema Di hari tasrik kedua dari toa surau Pagi menjadi bingar Matahari bersiap memunculkan diri Mengusir dingin yang menusuk tulang Halaman rumah sore Selengkapnya
Senja di Kota Lain
Senja di Kota Lain Tung Widut Matahari mulai menyelinap di balik gunung Dedaunan semakin gelap terlihat Gamparan alam puncak hijau gelap Awan bergambar semakin hitam Tajam sinar senja berpamitan Berganti Selengkapnya
Kejujuran Kali Ini
Kejujuran Kali Ini Tung Widut Hari bahagia tercipta sudah Keiklasn didukung kejujuran yang diimpikan Hari ini bisa terbukti Tangan-tangan cekatan mengerjakan dengan sempurna Mengiris daging kurban tanpa pilih bagian Mengangkat Selengkapnya
Idhul Adha
Idhul Adha Tung Widut Takbir yang kesekian kalinya Terdengar menggelegar di seluruh jagad Yang dinanti telah datang Setahun menabung demi sebuah keiklasan Esok pagi menjelang Sholat Idhul Adha Selengkapnya
Selamat Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun Tung Widut Malam penuh bintang kemerlap Pelangipun hadir dengan tawa gembira Ini malam istimewa Malam ulang tahun Hari kegimbira Kala sang tuan mengajaknya bersenang Tak sendiri dalam Selengkapnya
Diawal Malam Tung Widut Menunggu di bawah gelap Tanpa seorang menemani Langit tak lagi mau bersahabat Terus berjalan menuju sepi Duduk twrmenung memandang ke atas Hanya ada bintang bertaburan Selengkapnya
Sebelum Tidur
Catatan Sebelum Tidur Tung Widut Semakin larut malam berjalan Perlahan sepi diam seribu bahasa Bulan yang setia tiada lagi penikmatnya Dibiarkan sendirian di atas langit gelap Nafas teratur mulai tertata Selengkapnya
Kasih di Ujung Senja
Kasih di Ujung Senja Tung Widut Malam pasti datang Perlahan langit berubah gulita Rona jingga penghias langit mulai padam Hilang bersama angin yang merintih Tetesan air mata pengharapan Mengalir dari Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- …
- 91
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












