Senja di Bangku Tunggu Tung Widut Dari jajaran bangku panjang hitam Duduk berdua dengan si kecil tersayang Menunggu giliran Dua tahapan telah usia Mencatat nama dan keluhan rasa Panas Selengkapnya
Penulis: Widut
Senja Perlahan Datang
Senja Perlahan Datang Tung Widut Sinar surya mulai temaram Menemani rumput lampangan mengucap selamat berpisah Kepada para putih abu-abu Sore telah datang menjelang Waktunya menikmati malam sendirian Dingin mulai datang Selengkapnya
Tanpa Senja
Tanpa Senja Tung Widut Dingin terasa disekujur tubuh Hawa terbawa angin menusuk-nusuk tulang Tembus ke dalam hati yang terluka Tanpa cahaya jingga diufuk barat Gerimis menari di alam bebas Angkuh Selengkapnya
Senja yang Terlihat
Senja Yang Terlihat Tung Widut Sinar semburat menyorot dari balik gunung Warna kemerahan membentuk garis indah di langit yang mulai gelap Lalu lalang kedaraan mengabaikan keindahanya Tak memandang sedikit pun Selengkapnya
Bukan Mengingkari Senja
Bukan Mengingkari Senja Tung Widut Kepiluan teringat Saat janji tak mampu diingkari Bukan karena melupakan Bukan karena sudah tak suka Bukan karena terabaikan Sendu menggelayut antara angan dan kenyataan Harus Selengkapnya
Senja yang Terabaikan
Senja yang Terabaikan Tung Widut Kumandang adan magrib menggema Merambat dari dedaunan menuju langit jingga Sangat istimewa sore itu Sore yang melelahkan menimang anak-anakku Sore yang harus ku lalui tanpa Selengkapnya
Menunggu Senja Tung Widut Pagi masih terlihat hangat Udara segar terasa Entah mengapa senja sudah terbayang Ingin menikmatinya dalam keutuhan Raga lelah seminggu bekerja Memandang langit hanya sepintas Cakrawala jingga Selengkapnya
Senja yang Terlupa
Senja Yang Terlupa Tung Widut Pagi sudah tiba Langkah kaki kemarin belalu begitu saja Tanpa sebuah pesan yang menyapa Bukan melupakanmu saat itu Bukan mengabaikan ceritamu Bukan melewati keindahanmu Bukan Selengkapnya
Menjelang Senja
Menjelang Senja Tung Widut Adan dari muazin terdengar menggelegar Menggema diseluruh negeri Seutas tali nyawa terputus bersama ucapan takbir Inalillahiwainslillahi rojiun dari bibir yang terkatup Tercegang dengan sebuah berita duka Selengkapnya
Surga di Kaki Senja
Surga di Kaki Senja Tung Widut Temaram langit mulai terasa Dedaunan hijau hamparan sawah melambai Mengucapkan selamat berpisah untuk sementara Kepada para petani yang sedang memanggul hasil panin Kaki perkasa Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












