Kedatangan

Kedatangan Tung Widut    Kedatangan mu menghapus rindu Dari riak yang terkumpul tanpa jeda Menumpuk mengunung Hampir tak kuasa menahan   Hari ini kau datang Seperti yang kau janjikan Akan

Kebersamaan

Kebersamaan Tung Widut   Bulan Ramadhan penuh berkah Bagi yang mensyukuri Bagi yang ikhlas Bagi yang percaya   Kebersamaan saat berbuka Bulan saja trend dalam bersosialita Lebih saling memahami Bersyukur

Penuh Makanan

Penuh Makanan Tung Widut   Puasa seminggu lagi selesai Menjelang ramadhan Makanan di meja beraneka macam Siang puasa malam sebaliknya   Puasa seakan menjadi alasan Buka dengan aneka makanan berlimpah

Baju Lebaran

Baju Lebaran Tung Widut   Ku gantung baju lebaran Warna ungu kesukaan Hasil jahitan sendiri Dirancang sejak sebulan lalu   Baju menjadi harapan Tampil indah di tengah saudara Menjadi jati

Lantai Mall

Lantai Mall Tung Widut   Malam puasa gemerlap Lampu tak padam hingga malam larut Pada lantai satu mall Dikota kecil Masih berjubel sandal yang akan di perbatasan Baju yang ingin

Cerita Sore

Cerita Sore Tung Widut   Kala jumpa senja Berjuta cerita tentangnya Tentang tetangga yang membeli perabot rumah tangga Tiba-tiba kaya dengan kemewahannya   Sore pun menyapa Para pekerja kasar Pulang

Bintang Hatiku

Rindu Lewat Angin Tung Widut   Anganku menjelajah anggakasa Terbang bersama bintang Menemani rembulan yang redup menyorot bumi   Mencari bintang sore Memancar jelas di antara seribu bintang Akan ku

Segelas Teh Manis

Segelas Teh Manis Tung Widut   Gelas bening Terisi segarnya teh Saat senja menari magrib Dari bibir kering berpuasa   Teh manis dihadapan Tak akan ingkar janji Pasti akan  mengobati

Seberkas Rindu

 Seberkas Rindu Tung Widut   Rindu mulai tumbuh Setelah sekian lama hanya  nyanyian terdengar Merdu terdengar Tak sepenuhnya mampu dimaknakan   Semakin hari rindu semakin menumpuk Tersusun rapi setiap helai

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.